Mataram, 13/9 (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) sedang memprogramkan pembangunan "Islamic Center" berbasis wisata religi,  sehingga dibutuhkan dukungan berbagai pihak untuk menyukseskan program tersebut.

   Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan (Bappeda) NTB, Rosiadi Sayuti, mengemukakan hal itu kepada wartawan di Mataram, Ahad.

   "Islamic Center yang akan kita bangun akan menjadi pusat peradaban Islam di NTB dan akan dikembangkan menjadi pusat wisata religi," ujarnya.

   Ia mengatakan, "Islamic Center" yang akan dimulai pembangunannya awal 2010 mendatang itu berlokasi di lahan bekas gedung Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) NTB dan Sekolah Pertanian Pembangunan (SPP).

   Pemerintah Provinsi NTB sudah mengalokasikan dana APBD tahun 2009 permulaan sebesar Rp300 juta untuk kelancaran relokasi, dan pada tahun 2010 dialokasikan dana APBD sebesar Rp15 miliar.

   "Islamic Center itu akan berisi gedung-gedung yang representatif namun mencerminkan Islami yang akan dibangun pada lahan seluas enam hektare," ujarnya.

   Ketua Bappeda dari kalangan akademisi itu menyebut gedung Islami yang dimaksud antara lain museum Islami, tempat ibadah yang megah dan pusat pendidikan Islam yang dilengkapi sarana olah raga.

   Bahkan, akan dibangun menara "Asmaa'ul husna" setinggi 99 meter dari permukaan tanah, dan salah satu kegunaannya untuk menikmati pemandangan Kota Mataram.

   Sayuti mengatakan, anggaran yang dibutuhkan untuk merampungkan Islamic Center sangat tergantung hasil "sayembara design" yang melibatkan publik.

   Namun, tim teknis Pemerintah Provinsi NTB sudah melakukan studi banding untuk membandingkan total dana yang digunakan dalam membangun "Islamic Centre" di sejumlah daerah di Indonesia seperti di Semarang, DKI Jakarta dan Makkasar.

   "Ada kemungkinan NTB mencontoh pola penggunaan dana untuk pembangunan Islamic Center di Semarang yang relatif lebih murah dari DKI Jakarta dan Makkasar yakni kurang dari Rp400 miliar," ujarnya.(*)




Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026