Jakarta (ANTARA) - Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan budaya keselamatan harus tertanam dalam setiap lini kerja perkeretaapian, dijalankan konsisten setiap hari guna mencegah risiko, meningkatkan keandalan layanan, dan melindungi keselamatan penumpang nasional.
Dudy menyampaikan keselamatan wajib dikelola secara preventif berbasis data lapangan agar potensi risiko dapat diidentifikasi lebih awal sebelum berkembang menjadi gangguan layanan.
"Antisipasi keselamatan tidak boleh bersifat reaktif, bukan tindakan sesaat. Keselamatan harus menjadi budaya, menjadi kebiasaan yang dibangun setiap hari di setiap lini kerja tanpa pengecualian," kata Menhub dalam Apel Gelar Pasukan PT KAI dalam rangka Operasi Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 di Stasiun Gambir Jakarta, Kamis.
Dia menyoroti pengalaman gangguan keamanan seperti kebakaran gerbong menjadi pengingat bahwa keselamatan tidak hanya terkait faktor teknis dan alam, tetapi juga faktor nonteknis termasuk pengamanan lingkungan.
"Beberapa bulan lalu, peristiwa gangguan keamanan terhadap sarana perkeretaapian seperti kejadian kebakaran gerbong juga menjadi pengingat kita bersama bahwa aspek keselamatan dan keamanan perkeretaapian tidak hanya berkaitan dengan faktor teknis dan alam," beber Dudy.
Menurut Menhub, kewaspadaan menyeluruh harus diterapkan di setiap lini kerja KAI, mulai dari operasional, prasarana, hingga pengawasan sarana perkeretaapian secara berkelanjutan.

Ia menuturkan penyiagaan personel yang memadai dan profesional dipandang sebagai kunci utama dalam menjaga keandalan layanan kereta api selama masa Angkutan Natal dan Tahun Baru 2025/2026.
Selain sumber daya manusia, kesiapan peralatan dan sarana penanganan gangguan harus dipastikan optimal agar respons terhadap kondisi darurat dapat dilakukan cepat dan tepat. Menhub mendorong insan KAI membangun budaya saling mengingatkan demi memperkuat sistem keselamatan kolektif yang berorientasi pada perlindungan penumpang dan operasional.
Baca juga: Menhub koordinasikan angkutan Nataru lewat Posko di Kemenhub
Dengan budaya keselamatan yang kuat, Menhub yakin layanan kereta api pada masa Natal dan Tahun Baru mampu memenuhi harapan masyarakat terhadap keselamatan dan kenyamanan perjalanan.
"Saya ingin menegaskan agar manajemen keselamatan dijalankan secara disiplin dan terukur melalui penyiagaan personel yang memadai dan profesional, pemantauan intensif prasarana jalan rel," imbuh Menhub.
Baca juga: Kemenhub proyeksikan 5 juta penumpang pesawat pada Nataru
Diketahui Menhub secara resmi meresmikan Posko Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 PT KAI sebagai kesiapan melayani masyarakat secara optimal.
Apel Gelar Pasukan PT KAI dalam rangka Operasi Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 di Stasiun Gambir turut dihadiri Wakil Menteri Perhubungan Suntana dan pejabat tinggi Kementerian Perhubungan, Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin, TNI-Polri, jajaran Basarnas, BMKG, hingga pihak terkait lainnya.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Menhub tekankan penguatan budaya keselamatan transportasi kereta api