Surabaya (ANTARA) - Pelatih Malut United Hendri Susilo menyebut strategi serangan balik cepat yang diterapkan Persebaya Surabaya menjadi penyebab utama kekalahan timnya dengan skor 1-2 dalam laga pekan ke-17 BRI Super League 2025/2026 di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Sabtu.
"Tavares memainkan sedikit collective defense, terus dia dengan defense counter yang cepat. Itu sangat jelas menurut saya dari sisi taktikal," kata Hendri dalam sesi konferensi pers usai pertandingan di Stadion GBT Surabaya, Sabtu petang.
Hendri menjelaskan bahwa meski Malut United mampu menguasai jalannya pertandingan dan berupaya keras mengejar ketertinggalan, namun skuadnya hanya mampu menyarangkan satu gol ke gawang tuan rumah.
Ia mengakui efektivitas pertahanan kolektif yang dibangun oleh pelatih lawan menyulitkan barisan penyerangnya.
Pada babak kedua, kata dia, tim pelatih Malut United sebenarnya sempat mengubah taktik dengan memasukkan pemain sayap yang lebih bermain ke dalam agar pemain bertahan sayap atau wingback bisa lebih aktif membantu serangan.
Namun, ia menyayangkan perubahan strategi yang terbukti efektif tersebut dilakukan sedikit terlambat.
Baca juga: Kemenangan Persebaya jadi modal kembalikan kepercayaan diri
"Kami mengubah taktikal juga. Kami memasukkan beberapa sayap untuk main lebih ke dalam sehingga wingback kami lebih bisa keluar untuk menyerang dan itu terbukti efektif, tetapi terlambat," ujarnya.
Senada dengan sang pelatih, pemain Malut United Taufik Rustam menyampaikan bahwa seluruh pemain telah bekerja keras untuk mendapatkan poin di Surabaya, namun hasil akhir belum berpihak pada tim.
Baca juga: Persebaya diimbangi Borneo FC skor 2-2
"Ini menjadi batu loncatan kita untuk lebih baik lagi ke depannya," katanya.
Kekalahan tersebut, kata dia, juga sekaligus menghentikan catatan positif Malut United yang tidak terkalahkan dalam 11 pertandingan sebelumnya.
"Kekalahan ini semoga membuat kita lebih kuat lagi lawan berikut, Persib Bandung di kandang," tuturnya.