Para balap sepeda meraih dua emas pada hari terakhir lomba

id apg 2025,asean para games,muhammad fadli imammuddin

Para balap sepeda meraih dua emas pada hari terakhir lomba

Atlet balap sepeda Indonesia Zulaika (kanan) bersama pilotnya Nadia Septiani (kiri) memacu sepedanya pada final uji waktu 1.000 meter putri B ASEAN Para Games 2025 Thailand di 80th Birthday Stadium, Nakhon Ratchasima, Thailand, Sabtu (24/1/2026). ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/nym/am.

Jakarta (ANTARA) - Tim para balap sepeda Indonesia meraih dua medali emas pada hari terakhir ASEAN Para Games 2025, Minggu, di Nakhon Ratchasima, Thailand.

Laman penyelenggara pada Minggu menyebutkan kedua medali direbut oleh Nurfendi dari 4.000 meter individual pursuit B putra dan Muhammad Fadli Imammuddin dari 4.000 meter individual pursuit C4-C5 putra.

Indonesia juga mendapatkan dua medali perak dan dua perunggu pada hari yang sama.

Medali perak diraih Tifan Abid Alana dari 3.000 meter individual pursuit C1-C3 putra dan Saori Sufyan dari 4.000 meter individual pursuit C4-C5 putra.

Perunggu digondol oleh Vanza Miftahul Jannah dari 4.000 meter individual pursuit B putri dan Zulaika dari sprint B putri.

Baca juga: Para atletik sumbang empat medali emas hari terakhir APG

Dengan demikian, Indonesia mengantongi total tujuh medali emas, lima perak dan empat perunggu dari para balap sepeda, di mana lima emas, dua perak datang dari nomor jalan raya serta dua emas, tiga perak dan empat perunggu dari nomor trek.

Nurfendi dan Muhammad Fadli Imammuddin menjadi atlet Indonesia dengan medali emas terbanyak dari para balap sepeda, masing-masing dua medali emas.

Baca juga: Para panahan Indonesia juara umum ASEAN Para Games 2025

Nurfendi merebut emas lainnya dari time trial putra B.

Sementara Fadli Imammuddin sebelumnya meraup emas dari time trial individual C3-C5 putra.

Indonesia sudah mendapatkan 134 medali emas, 143 perak dan 114 perunggu, sudah jauh melampaui target 82 medali emas.

Pewarta :
Editor: I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.