Jakarta (ANTARA) - Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas (ratas) bersama sejumlah menteri Kabinet Merah Putih di kediaman Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Selasa, untuk membahas kerja sama pendidikan antara Indonesia dan sejumlah universitas di Inggris Raya.
"Pertemuan tersebut fokus membahas perkembangan kerja sama pendidikan antara Indonesia dan sejumlah universitas ternama di Inggris Raya," sebagaimana informasi yang diunggah akun Instagram Sekretariat Kabinet (@sekretariat.kabinet), Selasa malam.
Pembahasan rapat tersebut mengenai perkembangan inisiatif Presiden Prabowo dalam membangun 10 kampus di bidang kesehatan serta sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM) melalui kolaborasi dengan universitas ternama Inggris Raya.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto melaporkan bahwa rencana kerja sama tersebut mendapatkan respons positif dari pihak mitra.
"Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melaporkan bahwa inisiatif Bapak Presiden Prabowo untuk membangun 10 kampus di bidang kesehatan dan STEM melalui kolaborasi dengan universitas ternama Inggris Raya mendapatkan respons yang sangat positif dari pihak mitra," tulis unggahan tersebut.
Dalam foto yang diunggah, nampak sejumlah pejabat yang hadir dalam ratas tersebut antara lain Mendiktisaintek Brian Yuliarto, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi Revita, dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Diketahui, Presiden Prabowo mengemukakan rencana untuk membangun 10 universitas baru yang berfokus pada pendidikan kedokteran, kedokteran gigi, farmasi, serta sains dan teknologi, dalam forum UK–Indonesia Education Roundtable di Lancaster House, London, Inggris, Selasa (20/1).
Pembangunan universitas-universitas baru tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memenuhi kebutuhan dokter dan tenaga medis.
"Kami hanya menghasilkan sekitar 9.000 dokter setiap tahunnya. Jadi, entah berapa tahun lagi, dan pada saat kami mencapai 140 ribu dokter, semakin banyak dokter yang akan pensiun," kata Presiden.
"Jadi, ini adalah sesuatu yang harus kami lakukan dengan rencana strategis," imbuhnya.
Baca juga: Kapolri: Ada batasan TNI bantu penanggulangan terorisme
Prabowo menyampaikan keinginan pemerintah untuk bekerja sama dengan perguruan tinggi terkemuka Inggris dalam mendirikan 10 universitas baru di Indonesia.
"Kita ingin mengajak kerja sama nanti. Mereka sudah banyak kerja sama dengan UI, Gajah Mada, dengan banyak universitas. Mereka juga sudah punya kampus di kita, ada di Singosari, ada di Bandung, di bidang yang kita butuh, bidang digital, bidang teknologi," ujarnya.
Baca juga: Kapolri: Luas Indonesia butuh Polri langsung di bawah Presiden
Presiden menginginkan universitas-universitas baru yang akan dibangun nantinya menerapkan standar pendidikan tinggi Inggris. Kepala Negara menyampaikan universitas-universitas baru tersebut akan menerima lulusan-lulusan terbaik, yang akan menerima beasiswa penuh dari pemerintah. Presiden juga mengatakan Indonesia terbuka menerima dosen dan profesor dari luar negeri.
Dia mengemukakan perlunya kerja sama semacam itu untuk mendukung peningkatan pelayanan pendidikan dan kesehatan di Indonesia. Presiden optimistis universitas-universitas baru yang akan dibangun oleh pemerintah sudah bisa menerima mahasiswa pada tahun 2028.