Mataram (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menyiapkan pembentukan cadangan jagung daerah sebagai langkah strategis untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus menjaga stabilitas harga komoditas tersebut.
"Kami menyiapkan pembentukan cadangan jagung daerah sebagai pelengkap cadangan beras," kata Pelaksana tugas Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan NTB Eva Dewiyani di Mataram, Sabtu.
Eva mengatakan pembentukan cadangan jagung daerah menjadi langkah antisipatif untuk menghadapi fluktuasi harga, terutama ketika produksi meningkat signifikan saat panen raya.
Selama ini cadangan pangan daerah didominasi komoditas beras. Oleh karena itu, pemerintah menyiapkan cadangan jagung sebagai pelengkap untuk memperkuat intervensi pasar dan menjaga harga di tingkat petani.
"NTB memiliki luas panen sekitar 173 ribu hektare dengan produksi lebih dari satu juta ton per tahun," ujar Eva.
Baca juga: Produksi Jagung NTB turun 2,86 persen, Lahan banyak alih ke padi
Lebih lanjut ia menyampaikan bahwa posisi NTB sebagai salah satu produsen jagung terbesar secara nasional maka sangat memungkinkan bagi NTB membentuk cadangan jagung daerah.
Produksi jagung seringkali meningkat pada Maret hingga April, namun kondisi itu kerap menyebabkan penurunan harga akibat pasokan melimpah.
Saat ini harga jagung di tingkat petani relatif stabil berkat regulasi harga pembelian pemerintah (HPP) di kisaran Rp6.500 per kilogram.
Baca juga: Jejak efisiensi pupuk di lumbung jagung
Nilai itu jauh lebih baik dibanding periode sebelumnya yang sempat turun hingga Rp2.000 hingga Rp3.000 per kilogram saat panen raya.
Menurut Eva, keberadaan cadangan jagung daerah diharapkan dapat menjadi instrumen penyangga harga sekaligus memperluas pilihan cadangan pangan pemerintah daerah agar tidak hanya bergantung terhadap beras.
"Kami mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan lingkungan dengan menghindari pembukaan lahan pada kawasan hutan untuk pertanaman jagung yang berpotensi menimbulkan bencana," pungkas Eva.
Baca juga: Rantai jagung yang belum tersambung
Baca juga: Tajuk ANTARA NTB - Jagung NTB dan peluang yang hilang
Pewarta : Sugiharto Purnama
Editor:
Abdul Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026