Jakarta (ANTARA) - Pebasket Minnesota Timberwolves Anthony Edwards meninggalkan bangku cadangan lebih awal, saat timnya kalah 102-126 melawan Atlanta Hawks dalam pertandingan NBA 2025-2026.
Laman NBA, Kamis, menyebut guard itu meninggalkan area bangku pemain dan masuk ke ruang ganti saat pertandingan masih menyisakan 7 menit 52 detik, pada kuarter keempat.
"Dia (Edwards) jelas frustrasi dengan performa tim dan itu wajar. Namun, dia harus tetap berada di lapangan dan memberi dukungan kepada tim," kata Pelatih Minnesota Timberwolves Chris Finch usai pertandingan.
Kepergian Edwards dari lapangan terjadi ketika Wolves tertinggal jauh 80-109 dan pelatih memutuskan menarik para starter dari lapangan. Keputusan dia meninggalkan bangku cadangan disebut tidak direncanakan dan tidak mendapat persetujuan tim.
Ditambah, pemain All-Star 2025 itu terlihat melempar handuknya sebelum berjalan menuju lorong ruang ganti, karena diduga kesal dengan keputusan pelatih. Finch menyayangkan tindakan itu. Meski dirinya memahami rasa frustrasi pemain tersebut, Edwards seharusnya tetap berada di bangku cadangan untuk mendukung rekan-rekan setimnya hingga pertandingan berakhir.
Baca juga: Pebasket Jazz ingin jegal Celtics di pekan ke-11 NBA
Baca juga: Clippers incar kemenangan kelima beruntun menjamu Kings
Dalam laga kontra Hawks, dia tampil sebagai pencetak angka terbanyak Wolves dengan 30 poin, lewat 10 dari total 18 tembakan, termasuk tiga tembakan tiga angka, dalam waktu bermain 33 menit. Edwards yang merupakan putra daerah Atlanta dan mantan pemain Universitas Georgia, diketahui bermain di hadapan keluarga dan kerabatnya, termasuk sang kakek, pada pertandingan itu.
Saat ini, dia menempati peringkat kedelapan pencetak angka terbanyak NBA musim ini, dengan rata-rata 29,1 poin per laga (ppg).
Insiden itu menjadi yang kedua dalam sepekan terakhir. Sebelumnya, Edwards dikeluarkan dari lapangan saat babak perpanjangan waktu (overtime), dalam kekalahan Timberwolves dari Denver Nuggets, usai memprotes keputusan wasit.
Pewarta : Donny Aditra
Editor:
I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026