Mataram, 28/9 (ANTARA) - Bentrokan berdarah antar warga Dusun Bagik Dewa dan Dusun Dayen Rurung, Desa Ketara, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) , Nusa Tenggara Barat (NTB), Sabtu  (26/9) yang menewaskan sedikitnya enam orang dan belasan lainnya luka-luka, berhasil dikendalikan.

   Wakil Gubernur NTB, H. Badrul Munir kepada wartawan di Mataram, Senin, mengatakan, situasi di Desa Ketara sekarang ini cukup aman dan masyarakat kembali tenang, namun aparat keaman masih disiagakan di desa tersebut guna mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

   "Saya sudah mendapat laporan dari  Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri (Bakesbangpoldagri) NTB  bahwa situasi keamanan di Desa Ketara pascabentrokan antara warga kembali aman, masyarakat sudah kembali tenang," ujarnya.

   Ia mengatakan, untuk menyelesaikan bentokan antara warga di Desa Ketara tersebut Pemprov NTB menugaskan Bakesbangpoldagri untuk berkoordinasi dengan aparat keamanan, tokoh agama dan tokoh masyarakat dari kedua wilayah yang bertikai.

   Menurut Badrul,  konflik berkepanjangan antara warga di Desa Ketara tersebut perlu dilakukan penyelesaian secara komprehensif dengan mencari akar permasalahannya agar kasus serupa tidak terulang lagi.

   "Konflik antar warga di Desa Ketara tersebut perlu penyelesaian secara komprehensif dengan mencari akar permasalahan, karena ini merupakan kasus lama yang belum berhasil diselesaikan secara tuntas agar kasus serupa tidak terulang lagi," katanya.

   Dia mengatakan, bentrokan antar warga tersebut sebenarnya merupakan persoalan antar pribadi yang melibatkan orang lain atau kelompok, sehingga menimbulkan konflik yang lebih luas.

   Karena itu Badrul mengimbau seluruh warga agar menahan diri dan jika ada persoalan hendaknya diselesaikan secara musyawarah, tidak menggunakan cara-cara kekerasan.

   "Menurut pendapat saya bentrokan di Desa Ketara tidak terkait masalah ekonomi, tetapi persoalan pribadi yang melibatkan orang lain, untuk menyelesaikan persoalan ini perlu melibatkan para tokoh agama, tokoh pemuda dan tokoh masyarakat yang ada di wilayah tersebut," katanya.

   Bentrokan berdarah antara warga Dusun Bagik Dewa dan Dusun Dayen Rurung, Desa Ketara merupakan persoalan lama  dan untuk penyelesaiannya telah ada kesepakatan untuk berdamai antar warga kedua dusun yang berseteru.(*)





Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026