Istanbul (ANTARA) - Iran, Sabtu (28/2) menuding Amerika Serikat (AS) dan Israel melakukan agresi militer dan menyebut serangan tersebut sebagai pelanggaran terhadap kedaulatan dan pelanggaran Pasal 2 ayat 4 Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). 

Kementerian Luar Negeri Iran dalam sebuah pernyataan mengatakan bahwa serangan itu menargetkan infrastruktur pertahanan dan lokasi sipil di beberapa kota serta terjadi ketika Teheran dan Washington sedang terlibat dalam proses diplomatik.

Kementerian menegaskan bahwa Iran telah memprioritaskan diplomasi untuk mencegah perang, namun “kini saatnya telah tiba untuk membela tanah air” dan bahwa angkatan bersenjata akan merespons dengan “cara yang tegas dan kuat.”

Teheran menegaskan haknya untuk membela diri berdasarkan Pasal 51 Piagam PBB dan menyerukan kepada Dewan Keamanan PBB serta komunitas internasional untuk mengutuk serangan gabungan AS-Israel dan mengambil tindakan mendesak.

Baca juga: Menkomdigi tegaskan transfer data RI-AS tetap tunduk UU PDP

Israel dan AS melancarkan serangan bersama terhadap Iran pada Sabtu dini hari waktu setempat dengan menyatakan bahwa langkah tersebut bertujuan untuk menghilangkan dugaan ancaman yang ditimbulkan oleh “rezim Iran.”

Televisi pemerintah Iran turut melaporkan bahwa Iran sedang menyiapkan “respons tegas” terhadap Israel pasca serangan otoritas zionis itu ke wilayah negara tersebut.

Baca juga: Krisis Gaza tak bisa diselesaikan lembaga global yang ada

Dalam pernyataan singkat yang diunggah melalui akun Telegram resminya, penyiar tersebut menyatakan: “Iran sedang mempersiapkan respons tegas terhadap Israel.”

Sumber: Anadolu

 



Pewarta :
Editor: I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026