Kuala Lumpur (ANTARA) - Pemerintah Malaysia membentuk pusat komando komunikasi (communications command centre) yang akan bertugas mengkomunikasikan kebijakan Malaysia di bidang ekonomi, dalam menyikapi dampak krisis Timur Tengah.

Pusat komando itu secara umum akan menyampaikan kepada publik langkah-langkah yang akan diambil atau diputuskan oleh Majlis Tindakan Ekonomi Negara (MTEN) Malaysia — sebuah badan penasihat pemerintah Malaysia untuk isu krisis ekonomi.

"Para menteri setuju dibentuk communications command center untuk MTEN," kata Menteri Komunikasi Malaysia yang juga juru bicara pemerintah Malaysia Fahmi Fadzil usai mengikuti sidang kabinet di Malaysia, Rabu.

Dia menyatakan, rencananya pusat komando komunikasi akan menggelar konferensi pers setiap hari secara berkala untuk menjelaskan segala kebijakan pemerintah melalui MTEN, dalam menyikapi dampak krisis Timur Tengah.

Baca juga: Dewa United Banten menundukkan wakil Malaysia dalam BCL Asia-East 2026

Pusat komando komunikasi itu akan dipimpin Wakil Perdana Menteri Malaysia Fadillah Yusof, dan akan bertugas menyelaraskan aspek komunikasi pemerintah terkait respons dan langkah-langkah yang diambil pemerintah dan badan terkait, tentang krisis energi dan situasi perang di Asia Barat.

Baca juga: Indonesia bolsters trade partnerships with Singapore, Malaysia

Dalam rapat MTEN sebelumnya, Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menyatakan bahwa MTEN telah menelaah secara mendalam perkembangan krisis energi global yang semakin meruncing serta implikasinya terhadap perekonomian negara dan kesejahteraan rakyat. Anwar mengajak seluruh rakyat mengutamakan membeli produk lokal untuk mendorong ekonomi domestik.

 

 

 

 



Pewarta :
Editor: I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026