Mataram (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Barat (NTB) mulai memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk memperkuat layanan kesehatan ibu dan anak hingga tingkat desa.

Ketua Tim Penggerak PKK NTB Sinta M. Iqbal mengatakan penggunaan kecerdasan buatan ini melalui kolaborasi Indonesia-Australia dalam program riset koneksi AI in Healthcare.

"Melalui teknologi AI diharapkan mampu membantu kader kesehatan mempercepat pendataan, meningkatkan akurasi informasi kesehatan, serta mendukung deteksi dini berbagai risiko kesehatan pada ibu hamil dan anak," ujarnya melalui keterangan tertulis di Mataram, Jumat.

Sinta mengapresiasi kehadiran inovasi teknologi untuk mendukung pelayanan kesehatan primer di NTB. Karena, menurutnya salah satu tantangan yang masih dihadapi adalah proses pendataan kesehatan yang membutuhkan waktu dan tenaga besar dari para kader kesehatan di lapangan.

"Para kader selama ini mengemban tugas yang sangat besar dalam mengumpulkan dan menginput data kesehatan masyarakat. Melalui pemanfaatan teknologi AI, kami berharap proses pendataan menjadi lebih mudah, lebih cepat, dan menghasilkan data yang lebih akurat," kata Sinta.

Ia menegaskan teknologi tidak boleh hanya berhenti sebagai alat pendukung administrasi, tetapi harus mampu menghadirkan layanan kesehatan yang lebih berkualitas dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Karena itu, ia berharap teknologi AI dapat dikembangkan untuk membantu mendeteksi lebih dini berbagai risiko kesehatan, khususnya pada ibu hamil, sehingga intervensi dapat dilakukan lebih cepat sebelum muncul komplikasi yang lebih serius.

"Kami berharap teknologi ini dapat membantu mengidentifikasi ibu hamil yang berisiko sejak dini sehingga penanganan dan pendampingan dapat dilakukan lebih cepat dan lebih tepat," ujarnya.

Ia juga berharap hasil penelitian yang saat ini diterapkan di Desa Mekarsari dapat terus dikembangkan dan diperluas ke berbagai wilayah lain di NTB, termasuk Pulau Sumbawa, sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

Baca juga: G7 bertemu di Paris, membahas lonjakan harga minyak dan ancaman AI

Pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan buatan, tambah dia, diharapkan mampu mendukung percepatan penurunan stunting, menekan angka kematian ibu dan bayi, serta menghasilkan data kesehatan yang lebih akurat sebagai dasar penyusunan kebijakan yang tepat sasaran.

Sementara itu, Wakil Bupati Lombok Barat Nurul Adha, menilai transformasi digital di sektor kesehatan menjadi kebutuhan penting dalam memperkuat kualitas pelayanan publik.

Menurutnya, penggunaan teknologi akan membantu menghasilkan data yang lebih akurat sekaligus mendukung pengambilan keputusan yang lebih cepat dan efektif.

Baca juga: Teknologi, talenta, akses yang merata

"Digitalisasi kesehatan akan membantu kita memperoleh data yang lebih baik, terutama terkait kesehatan ibu hamil dan anak. Data yang akurat menjadi fondasi penting dalam merumuskan kebijakan dan intervensi yang tepat sasaran," ujarnya.

Nurul Adha menambahkan bahwa deteksi dini terhadap kehamilan berisiko merupakan langkah strategis dalam menurunkan angka kematian ibu dan anak serta mencegah stunting.



Pewarta :
Editor: I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026