Mataram, 20/10 (ANTARA) - Manajemen PT PLN Wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) memprogramkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di 10 desa dalam pulau Lombok NTB yang akan terealisasi paling lambat Desember mendatang.
"Insya Allah, program PLTS di 10 desa di Pulau Lombok itu akan terealisasi Desember mendatang," ujar General Manager (GM) PT PLN Wilayah NTB, Mohamad Sofyan di Mataram, Selasa.
Ia mengatakan, sasaran program PLTS itu yakni desa-desa yang selama ini belum terjangkau pelayanan listrik PLN karena berbagai faktor seperti jauh dari jaringan terpasang.
Program PLTS di 10 desa itu merupakan bagian dari Corporate Social Responsibility (CSR) PT PLN yang merupakan sebuah tanggung jawab sosial dari sebuah perusahaan terhadap lingkungan khususnya di tempat mereka melakukan kegiatan usahanya.
PLN dengan visinya akan menjadikan perusahaan berkelas dunia menunjukan sebuah keinginan besar untuk menjalankan bisnisnya dengan berkelanjutan dan penuh etika, katanya.
Sementara dalam misinya PLN menyatakan akan menjadikan listrik sebagai media untuk menjadi pendorong kegiatan ekonomi yang pada akhirnya meningkatkan taraf hidup masyarakat luas.
"Tahun ini untuk 10 desa di Pulau Lombok, tahun depan direncanakan di Pulau Sumbawa tetapi diprioritaskan di desa-desa di Bima dan Dompu yang selama ini belum terjangkau jaringan PLN," ujarnya.
Sofyan mengatakan, dalam penentuan lokasi sasaran PLTS itu pihaknya bekerja sama dengan Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM) Universitas Mataram (Unram).
Bahkan, PLN tidak terlibat langsung dalam penentuan lokasi PLTS karena sudah diserahkan kepada LPM Unram untuk menentukan sekaligus memilih pendamping kelompok masyarakat pengguna PLTS itu.
Diakuinya, pihak LPM Unram baru memasukkan rekomendasi lokasi sasaran PLTS berikut para pendampingnya untuk ditindaklanjuti manajemen PLN NTB.(*)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026