Mataram, 2/12 (ANTARA) - Kapolda Nusa Tenggara Barat (NTB) Kombes Pol Arif Wachyunadi mengaku masih mempelajari permasalahan yang berkaitan dengan pertikaian antarkampung di Kabupaten Bima.

  "Saya pelajari dulu ya.. dengan Pak Kapolres (Kapolres Bima)," ujarnya di Mataram, Rabu, ketika dikonfirmasi wartawan tentang upaya yang akan ditempuh untuk menyelesaikan pertikaian antarkampung di Kabupaten Bima yakni  antara warga dari Desa Renda dan Desa Ngali, Kecamatan Belo, yang semakin berlarut-larut.

  Ia mengemukakan hal itu usai "Farewell Parade Kapolda NTB" atau apel tradisi pergantian pejabat Polri, di Lapangan Gadjah Mada, Polda NTB, Mataram.

  Kombes Pol Arif Wachyunadi mulai 30 November 2009 menggantikan Brigjen Pol (Purnawirawan) Surya Iskandar yang memasuki usia pensiun terhitung 1 Desember 2009.

  Sebelumnya, Kombes Wachyunadi menjabat Kepala Biro (Karo) Pers di Polda Metro Jaya.

  Jabatan Kapolda NTB itu merupakan promosi bagi Kombes Wachyunadi dari perwira menengah (pamen) menuju perwira tinggi (pati) dan berhak menggunakan bintang satu.  
   Sementara Brigjen Purnawirawan Iskandar mengatakan, pihaknya sangat berharap apa yang telah diprogramkannya selama menjabat Kapolda NTB selama 1,3 tahun, dapat dilanjutkan oleh pejabat Kapolda NTB yang baru.

  "Saya bukan meninggalkan pekerjaan rumah, tetapi sebagaimana biasa setiap pekerjaan atau program positif tentu perlu dilanjutkan oleh pejabat yang baru," ujarnya ketika disinggung sejumlah masalah yang belum tuntas penanganannya seperti pertikaian antarkampung di Bima.

  Iskandar sangat yakin Kapolda NTB yang baru itu akan mampu melanjutkan karya-karya positifnya demi kemajuan bangsa dan negara teristimewa daerah NTB di masa mendatang.

  Ia mengakui, masyarakat NTB pada umumnya cukup kooperatif dan komunikatif serta bersedia bekerja sama dengan kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) hingga situasi tetap kondusif.

  "Terima kasih atas dukungan berbagai komponen masyarakat selama saya bertugas di wilayah ini, terus jaga dan pelihara kamtibmas hingga masa mendatang," ujarnya.(*)

Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026