Hal itu dikatakan Asisten III pada Sekretariat Daerah (Setda) NTB, Drs. H. Sanusi, ketika membacakan sambutan tertulis Gubernur NTB, pada pembukaan rapat koordinasi dan sinkronisasi program pendidikan 2010 yang diselenggarakan oleh LPMP NTB, di Mataram, Selasa malam.
"LPMP memegang peran penting dan strategis guna merumuskan terobosan-terobosan inovatif yang memiliki nilai tambah bagi percepatan peningkatan kualitas pendidikan secara keseluruhan, lintas sektor dan lintas daerah," katanya.
Berbicara mengenai mutu dan kualitas pendidikan, menurut Gubernur Majdi, sesungguhnya akan dihadapkan pada berbagai aspek yang sangat luas, tidak hanya terkait pada aspek-aspek pada bidang pendidikan itu sendiri, melainkan juga dipengaruhi oleh berbagai faktor non-pendidikan.
Misalnya, dukungan masyarakat, orang tua, kondisi kesehatan, perekonomian, kesadaran masyarakat dan kemajuan lingkungan strategis lainnya.
Ia mengatakan, beberapa parameter kuantitas yang biasa dipakai untuk mengetahui tingkat kualitas atau kemajuan pendidikan di suatu daerah. Selain kualitas output atau persentase kelulusan, juga rata-rata nilai Ujian Nasional (UN).
"Selain itu juga, jumlah "drop out" atau angka putus sekolah, angka melek huruf dan rata-rata lama sekolah, serta angka partisipasi kasar maupun angka partisipasi murni," katanya.
Oleh sebab itu, tambah Gubernur termuda di Indonesia itu, pada tahun anggaran 2009, pihaknya telah meningkatkan proporsi anggaran pendidikan melalui dana APBD yakni dari Rp51,52 miliar lebih pada 2008 menjadi Rp240,72 miliar lebih pada tahun anggaran 2009.
"Dan untuk tahun-tahun kedepan pemerintah daerah akan terus berupaya meningkatkan anggaran pendidikan yang telah menjadi salah satu prioritas program pembangunan daerah," ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, Gubernur Majdi berharap agar pada forum rapat koordinasi dan sinkronisasi program pendidikan tahun 2010 itu, bisa dijadikan sarana yang sangat strategis untuk merumuskan berbagai program kerja di masa yang akan datang guna mewujudkan mutu pendidikan yang berkualitas dan berdaya saing.
"Saya berharap semoga para pelaku pendidikan yang hadir pada kesempatan ini dapat melaporkan dan memberikan berbagai macam ide yang dapat membangun dan mengangkat kualitas pendidikan daerah, sehingga sinkronisasi program peningkatan mutu pendidikan dapat dilaksanakan secara optimal," katanya.
Kepala LPMP NTB, Muhammad Irfan mengatakan, melalui rapat koordinasi dan sinkronisasi ini akan terjalin koordinasi yang harmonis dalam visi dan persepsi terhadap program kerja tahun 2010 diantara pengelola program pendidikan baik di tingkat Provinsi maupun Kabupaten/Kota.
Hal tersebut sebagai wujud optimalisasi layanan pendidikan yang akurat, tepat guna, dan berdaya guna melalui penguatan tata kelola dan tata kerja program sesuai kebutuhan nyata di lapangan.
"Yang terpenting lainnya yakni untuk memadukan langkah-langkah konkrit yang diambil sehubungan dengan implementasi program kerja masing-masing pihak," katanya.
Kegiatan rapat koordinasi dan sinkronisasi program pendidikan tahun 2010 tersebut diikuti oleh Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga (Dikpora) NTB, Dikpora Kabupaten/Kota, Kantor Wilayah Departemen Agama NTB.
Kemudian anggota DPRD Provinsi dan Kabupaten/Kota yang membidangi masalah pendidikan, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) NTB, Ketua Dewan Pendidikan dari Provinsi dan Kabupaten/Kota, serta utusan LPMP NTB. (*)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026