Mataram (ANTARA) - Kantor Bank Indonesia (BI) Mataram, memperkirakan pertumbuhan ekonomi Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) pada akhir 2009 akan mencapai kisaran 4,5 hingga lima persen.
  "Sampai dengan akhir triwulan IV 2009, perekonomian NTB diperkirakan mampu tumbuh positif mencapai kisaran 4,5 hingga lima persen 'year-on-year' (yoy)," kata Kepala Kantor BI Mataram, H. Tri Dharma di Mataram, Senin.
  Menurut dia, sumber pertumbuhan ekonomi masih didominasi sektor-sektor ekonomi andalan NTB yaitu sektor pertambangan, perdagangan, hotel dan restoran. Sektor lainnya yakni sektor pertanian diperkirakan akan mengalami tekanan dari pergeseran musim tanam.
  Pada November 2009, sektor pertambangan masih menunjukkan kinerja yang baik dan stabil. Kondisi tersebut dikonfirmasi oleh pertumbuhan produktivitas produksi konsentrat tembaga sepanjang 2009, yang menunjukkan peningkatan dibanding kinerja 2008, meski sempat mengalami kontraksi pertumbuhan pada triwulan I 2009.
  Perkembangan di sektor perdagangan, hotel dan restoran pada Desember 2009, menunjukkan tren peningkatan yang dipengaruhi oleh faktor musiman yaitu momen libur Natal dan Tahun Baru 2010.
  "Kondisi tersebut ditandai dengan meningkatnya pemesanan kamar pada sejumlah hotel berbintang dan melati di kawasan wisata yang mencapai 60 persen dan diperkirakan akan mencapai 100 persen pada akhir tahun," katanya.
  Sementara di sisi permintaan, kata Dharma, peningkatan konsumsi belanja pemerintah menyusul percepatan realisasi APBD dan kegiatan konsumsi rumah tangga pada periode laporan diperkirakan mampu tumbuh positif yang ditandai dengan peningkatan pada pertumbuhan kredit konsumsi perbankan NTB yang tercatat sebesar 27,03 persen (yoy).
  Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan posisi Oktober 2009 yang tumbuh sebesar 25,72 persen (yoy).
  Selanjutnya kegiatan konsumsi pemerintah diperkirakan mampu tumbuh sejalan dengan percepatan realisasi belanja pemerintah pada akhir 2009 diperkirakan ikut mendorong perekonomian NTB yang ditandai dengan peningkatan kegiatan pada pembangunan infrastruktur seperti pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) dan bandara.
  Dharma menambahkan, kinerja yang stabil juga ditunjukkan oleh perkembangan kegiatan ekspor NTB hingga akhir 2009, yang sejalan dengan kinerja sektor pertambangan yang utamanya menghasilkan produk konsentrat tembaga yang berorientasi untuk memenuhi permintaan pasar luar negeri.
  Sementara untuk kegiatan investasi diperkirakan menunjukkan kinerja positif sejalan dengan percepatan realisasi belanja pemerintah.
  "Kondisi tersebut sesuai dengan 'prompt indicator' konsumsi semen yang menunjukkan kenaikan mencapai 73,7 ribu ton atau tumbuh 19,3 persen (mtm) dibanding bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 61,7 ribu ton," katanya. (*)

Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026