Mataram, 20/1 (ANTARA) - Daftar tunggu calon haji Nusa Tenggara Barat (NTB) hingga 20 Januari 2010 mencapai 34.109 orang, kata Kabid Penyelenggara Haji dan Umroh (PHU) Kanwil Depag NTB H Usman, di Mataram, Rabu
Ia mengatakan jumlah tersebut baru akan selesai diberangkatkan sekitar delapan tahun ke depan atau pada 2018 dengan kuota rata-rata 4.400 orang/tahun.
"Jumlah calon haji yang masuk daftar tunggu ini akan terus bertambah karena yang mendapat nomor setiap hari mencapai ratusan orang," katanya.
Menurut dia calon haji yang masuk daftar tunggu itu terbanyak dari Kabupaten Lombok Timur tercatat 8.480 orang, Lombok Tengah 7.406 orang, Kota Mataram 4.626 orang, dan Lombok Barat 3.991 orang.
"Selanjutnya Kabupaten Bima 3.308 orang, Sumbawa 2.734 orang, Kota Bima 1.503 orang, Dompu 1.312 orang dan Sumbawa Barat 749 orang," katanya.
Usman mengatakan calon haji NTB terbanyak petani khusus di Kabupaten Lombok Tengah mencapai 93 persen petani, demikian juga di Lombok Timur terutama petani tembakau.
"Cukup banyaknya calon haji yang masuk daftar tunggu ini bukan hanya di NTB, tetapi terjadi di provinsi lain, dan ini merupakan salah satu indikator bahwa minat masyarakat untuk menunaikan ibadah haji ke tanah suci Mekah cukup tinggi," ujarnya.
Ia mengatakan kalau seandainya tidak ada pembatasan usia untuk anak-anak 18 tahun atau sudah menikah atau sudah menunaikan ibadah haji, maka jumlah calon haji yang masuk daftar tunggu akan semakin banyak.
Menurut dia kendati jumlah calon haji yang bisa diberangkatkan setiap tahun relatif sedikit, namun yang masuk daftar tunggu akan terus bertambah setiap hari.
"Menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku setiap umat Islam yang ingin mendafarkan diri menunaikan ibadah haji harus dilayani, tidak boleh ditolak, artinya bank pelaksana pembayaran biaya perjalanan haji tidak boleh menolak melayani masyarakat," kata Usman.
Manurut dia pemberangkatan calon haji ke tanah suci Mekah sesuai dengan nomor urut yang bersangkutan, siapa pun tidak boleh didahulukan.(*)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026