Mataram, 7/2 (ANTARA) - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) belum mau menyikapi isu "reshuffle" Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) jilid II.
  "Sikap PDI Perjuangan sudah sangat jelas, kami tidak asal-asalan dalam sebuah proses sehingga nanti dalam kongres kami jabarkan itu (isu 'reshuffle' kabinet)," kata Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, ketika ditanya wartawan tentang sikap PDIP terhadap isu "reshuffle" KIB jilid II, di Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), Minggu.
  Megawati berada di Mataram untuk membuka Konferensi Daerah (Konferda) PDIP yang mengagendakan penetapan Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDIP NTB periode 2010-2015.
  Dalam kunjungannya ke Mataram, NTB itu, Megawati didampingi Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP Pramono Anung.
  Megawati dimintai tanggapannya sehubungan dengan bergulirnya wacana "reshuffle" KIB II dan yang berkemungkinan terkena "reshuffle" yakni politisi atau kandidat usulan Partai Golkar dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).
  Jika isu "reshuffle" menguat maka PDIP merupakan partai yang akan diajak berkoalisi dengan Partai Demokrat selaku "partai penguasa".
  Ia mengatakan, sudah menjadi tradisi di PDIP kalau setiap keputusan harus merujuk kepada aspirasi yang diserap pengurus paling bawah yakni anak ranting hingga pengurus pusat.
  Karena itu, sebagai Ketua Umum PDIP ia berkewajiban menjabarkan setiap aspirasi yang belakangan ini berkembang di kepengurusan PDIP dalam Kongres PDIP April mendatang, termasuk jika keinginan PDIP menyikapi isu "reshuffle" kabinet makin menguat.
  "Bagaimana sikap selanjutnya nanti keputusan ditangan kongres," ujar mantan Presiden RI ke-5 itu seraya mengatakan bahwa di jajaran PDIP kongres merupakan wadah pengambilan keputusan tertinggi. (*)

Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026