Frankfurt Book Fair 2019, 25 judul buku terjual

id komite buku nasional,frankfurt book fair 2019

Frankfurt Book Fair 2019, 25 judul buku terjual

Ilustrasi - Frankfurt Book Fair 2015 Pengunjung melintas hasil lomba desain poster dalam ajang "Frankfurt Book Fair 2015" di Frankfurt, Jerman, Kamis (15/10/2015). (ANTARA FOTO/Fanny Octavianus)

Jakarta (ANTARA) - Tim Indonesia berhasil menjual hak cipta sebanyak 25 judul buku pada hari keempat Frankfurt Book Fair 2019.

Dalam keterangan tertulis yang diterima ANTARA di Jakarta, Senin, pada hari pertama pelaksanaan pameran buku terbesar di Eropa itu, buku Dawuk karya Mahfud Ikhwan yang diterbitkan Marjin Kiri, berhasil terjual ke penerbit Mesir Sefsafa dan akan diterjemahkan ke dalam bahasa Arab.

Sehari setelahnya, tepatnya pada 17 Oktober 2019, kelompok penerbit Gramedia menandatangani kontrak pembelian hak cipta atas enam buku yang akan diterjemahkan ke bahasa Vietnam dan Malaysia. Keenam judul buku tersebut terdiri atas dua judul dari penerbit PT Gramedia Pustaka Utama (GPU), tiga judul buku dari penerbit Kepustakaan Populer Gramedia (KPG), dan satu judul buku dari Elex Media Komputindo (Elex) yang terjual melalui Borobudur Agency.

Adapun judul-judulnya adalah The Book of Invisible Questions karya Lala Bohang (Penerbit PT GPU), Journal of Gratitude karya Sarah Amijo (Penerbit KPG), My Coffee Affairs and The Other Snacks karya Zulie (Penerbit KPG), Things & Thoughts I Drew When I Was Bored karya Naela Ali (Penerbit KPG), Kamus Bergambar Mandarin-Indonesia-Inggris karya PT Tritunggal Anugerah Abadi (Penerbit PT GPU), dan Ubah Patah Hati Jadi Prestasi karya Dwi Suwiknyo (Penerbit Elex).

Kemudian The Book of Invisible Questions, Journal of Gratitude, My Coffee Affairs and the Other Snacks, dan Things & Thoughts I Drew When I Was Bored akan diterjemahkan ke dalam bahasa Vietnam oleh penerbit A-Z Vietnam dan masing-masing akan dicetak sejumlah 2.000 eksemplar tiap judulnya.

Sementara untuk buku Kamus Bergambar Mandarin- Indonesia-Inggris akan diterjemahkan ke dalam bahasa Vietnam oleh Nhan Tri Viet dan akan dicetak sejumlah 2.000 eksemplar. Untuk Ubah Patah Hati Jadi Prestasi akan diterjemahkan ke dalam bahasa Malaysia oleh PTS Malaysia dengan oplah 3.000 eksemplar untuk pasar Malaysia.

Kemudian pada 18 Oktober, terjual 12 judul buku Mizan yang merupakan Seri Character Building for Kids, kepada Penerbit Ferozsons Ltd dari Pakistan yang akan menerbitkannya dalam bahasa Inggris. Adapun 12 judul buku tersebut adalah Asyiknya Shalat Berjamaah (Praying Together); Kemuliaan Rendah Hati (Being Humble); Senangnya Bisa Wudhu Sendiri (Wudhu); Senangnya Selalu Jujur (Being Honest); Hebatnya Menabung (Saving); Asyiknya Rajin Belajar (Love Learning); Menyampaikan Titipan (Being Truthful); Senangnya Menolong Adik (Helping the Younger); Indahnya Berbagi (Sharing); Indahnya Menepati Janji (Keeping Promises); Indahnya Memaafkan (Forgiveness); Asyiknya Membaca Al Quran (Reading the Quran).

Pada hari yang sama, lima judul buku dari Kesaint Blanc yang ada dalam seri Good Habits, terjual ke Praphansarn Publishing Co., Ltd. Thailand. Lima judul tersebut adalah Tiwo Likes to Wake Up Early; Mama Always Know; Drawing on the Walls; Tiwo Likes Vegetables; dan Brushing Teeth Is Fun.

Selanjutnya, pada hari keempat, 19 Oktober 2019, novel Harimau-Harimau karya Mochtar Lubi terbitan Yayasan Pustaka Obor, terjual kepada penerbit Ishmael Tree, dari Amerika Serikat.

Atas hasil penjualan hingga hari keempat ini, Ketua Komite Buku Nasional Laura Bangun Prinsloo sangat mengapresiasi atas upaya yang dilakukan para pelaku industri penerbitan Indonesia, baik itu para penerbit, agen literasi, agen ilustrasi dan para penulis yang berpartispasi pada FBF 2019. .

"Baru kali ini saya mendapati bahwa mulai banyak penerbit asing datang mencari penulis Indonesia. Salah satu contohnya, Rjukan Bibliotek, penyelenggara festival literasi di sebuah kota kecil bernama Rjukan dari Norwegia, ingin mengundang satu pengarang Indonesia ke festival literasi tahunan mereka. Hal ini menggambarkan bahwa nama Indonesia mulai diminati dan dicari oleh penerbit internasional," ujar Laura Bangun Prinsloo.

Tamu kehormatan di FBF tahun ini adalah Norwegia. Hasil penjualan ini masih akan berlanjut setelah panitia menerima jumlah judul buku yang diminati yang biasanya akan dikumpulkan di hari terakhir pameran. Tahun ini, FBF 2019 diikuti 10 penerbit, dua agen literasi, dan satu agen ilustrasi.
Pewarta :
Editor: Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar