Mataram, (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat menyatakan optimistis penempatan 60.000 orang tenaga kerja Indonesia (TKI) tahun 2010 akan tercapai karena minat masyarakat di daerah ini untuk bekerja di luar negeri makin meningkat.
Tingginya minat masyarakat NTB bekerja di luar negeri itu terkait juga dengan permintaan tenaga kerja dari luar negeri yang semakin meningkat," kata Kepala Balai Pelayanan dan Penempatan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Mataram I Komang Subadra, di Mataram (19/2).
Ia mengatakan hingga Februari 2010 cukup banyak TKI asal NTB yang ditempatkan di berbagai negara, karena itu target penempatan 60.000 orang TKI selama 2010 optimistis tercapai.
"Kami yakin target penempatan 60.000 orang TKI akan tercapai, karena permintaan dari luar negeri terutama dari Malaysia dan Arab Saudi serta negara-negara Timur Tengah lainnya makin meningkat, sedangkan minat calon TKI NTB untuk bekerja di luar negeri juga tinggi," katanya.
Realisasi penempatan TKI asal NTB di luar negeri setiap tahun terus meningkat, pada 2009 mencapai 53.731 orang, meningkat dibandingkan 2008 sebanyak 52.273 orang,
Semakin tingginya angka penempatan TKI asal NTB di luar negeri juga didukung oleh pemberlakuan pelayanan administrasi melalui layanan terpadu satu pintu (LTSP) yang diluncurkan pada 17 Desember 2008.
"Dengan diberlakukannya sistem LTSP jumlah penempatan TKI NTB di luar negeri meningkat karena kualitas pelayanan yang diberikan kepada paca calon TKI juga meningkat terutama dari segi kecepatan, biaya murah dan aman," katanya.
Menurut dia seperti tahun-tahun sebelumnya TKI asal NTB terbanyak menjadi pekerja ladang di Malaysia, dari 53.731 orang yang bekerja di luar negeri selama setahun ini, 32.863 orang di antaranya sebagai pekerja ladang kelapa sawit.
Selain di ladang kelapa sawit TKI asal NTB juga banyak bekerja sebagai penatalaksana rumah tangga atau pembantu rumah tangga terutama di Arab Saudi dan negara-negara di Timur Tengah lainya yang mencapai 19.752 orang.
Selain itu, katanya, TKI asal NTB juga banyak bekerja di Uni Emirat Arab yang tercatat 373 orang, Malaysia Timur 248 orang, Oman 215, Qatar 75 orang, Yordania 61 orang, Singapura 32 orang serta Brunei Darussalam dan Macau masing-masing satu orang.(*)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026