Mataram, 24/3 (ANTARA) - Layanan pesan singkat atau SMS berisi angka dan huruf yang seolah-olah merupakan kunci jawaban ujian nasional (UN) setiap mata pelajaran beredar di sejumlah daerah di Nusa Tenggara Barat.
Kordinator Tim Pemantau Independen (TPI) NTB Drs Muhammad Irfan, MM, di Mataram, Rabu, mengatakan pihaknya menemukan SMS kunci jawaban itu di telepon seluler peserta UN di berbagai daerah terutama di Kota Mataram.
"Sama seperti daerah lain, SMS kunci jawaban itu juga beredar di NTB, dan sepertinya terjadi secara nasional yang dilakukan pihak tertentu untuk tujuan tertentu pula," katanya.
Irfan yang juga menjabat Kepala Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) NTB menyayangkan beredarnya SMS kunci jawaban menyesatkan itu.
SMS menyesatkan itu berupa tulisan matematika atau pelajaran lainnya yang diikuti nomor soal seperti 1-10 disertai jawaban misalnya "aabad" atau 11-14 "eddd".
"Pengiriman SMS kunci jawaban itu merupakan perbuatan menyesatkan karena sangat mengganggu konsentrasi peserta UN," ujarnya.
Menurut Irfan kasus serupa juga terjadi saat pelaksanaan UN tahun 2009 dan berdampak nyata karena sejumlah siswa yang gagal atau tidak lulus mengaku terjebak oleh SMS kunci jawaban itu.
Karena itu, pihaknya berupaya menyosialisasikan dampak buruk SMS kunci jawaban itu sebelum pelaksanaan UN tingkat SMA/MA, SMALB, dan SMK dimulai 22 Maret lalu.
"Kami sudah sosialisasikan ke berbagai sekolah, bahkan mengingatkan kembali saat memantau pelaksanaan UN di berbagai daerah di NTB," ujar Irfan.
Ia juga mengatakan secara keseluruhan pelaksanaan UN SMA/MA, SMALB, dan SMK di wilayah NTB itu berjalan lancar sesuai harapan berbagai pihak.
"Hingga hari ketiga pelaksanaan UN, belum ditemukan indikasi kebocoran soal karena dikawal oleh berbagai pihak, termasuk TPI NTB," katanya.
Menurut dia secara umum tingkat kejujuran pelaksanaan UN SMA/MA, SMALB, dan SMK di NTB relatif baik dan diharapkan hasilnya juga menggembirakan," ujarnya.
UN tahun pelajaran 2009/2010 dilaksanakan tiga kali, yaitu UN utama dan susulan serta UN ulangan.
UN utama untuk SMA/MA, SMALB, dan SMK dilaksanakan pada 22-26 Maret 2010, UN susulan 29 Maret - 5 April, dan UN ulangan dilaksanakan 10-14 Mei 2010.
Peserta UN SMA/MA, SMALB, dan SMK dinyatakan lulus jika memenuhi standar kelulusan, yakni memiliki nilai rata-rata minimal 5,50 untuk seluruh mata pelajaran yang diujikan, dengan nilai minimal 4,00 untuk paling banyak dua mata pelajaran dan minimal 4,25 untuk mata pelajaran lainnya.
Khusus untuk SMK nilai mata pelajaran praktik kejuruan minimal 7,00 dan digunakan untuk menghitung rata-rata UN, dan peserta UN diberi surat keterangan hasil ujian nasional (SKHUN) yang diterbitkan oleh sekolah/madrasah penyelenggara.
Menurut data Dinas Dikpora NTB, jumlah peserta UN SMA/MA di provinsi ini sebanyak 48.039 orang, dan SMK 11.572 orang.(*)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026