Informasi dari BMG menyebutkan, siklon tropis pada 7 Februari 2009 berada pada posisi 16,0 derajat Lintang Selatan (LS)- 113,2 derajat Bujur Timur (BT) atau sekitar 840 kilometer sebelah selatan barat daya Denpasar.
Siklon tropis itu bergerak ke arah barat dengan kecepatan 3 knots (6 kilometer per jam menjauhi wilayah Indonesia, sedangkan kecepatan angin maksimum 40 knots (75 kilometer per jam.
Siklon tropis tersebut hari ini berada di posisi 16,2 derajat LS- 110,9 derajat BT atau sekitar 950 kilometer sebelah selatan barat daya Denpasar.
Siklon tropis bergerak menjauhi wilayah Indonesia dengan kecepatan angin maksimum 50 knots (95 kilometer per jam).
Sementara itu, pada 9 Februari 2009 diperkirakan siklon tropis berada di posisi 17,2 derajat LS - 106,8 BT, bergerak menjauhi wilayah Indonesia dengan kecepatan angin maksimum 45 knots (85 kilometer per jam).
Sedangkan pada 10 Februari 2009 siklon berada di posisi 18,5 derajat LS - 102,3 derjat BT bergerak menjauhi wilayah Indonesia dengan kecepatan angin maksimum semakin melemah, yakni 35 knots (65 kilometer per jam).
Dampak adanya siklon tropis tersebut terhadap cuava di Indonesia berupa dampak tidak langsung, yaitu membentuk daerah konvergensi yang memanjang dari Sumatera bag Selatan, Jawa Barat dan Tengah bagian Selatan, Perairan sebelah Selatan Jawa Timur hingga NTB yang berpotensi menimbulkan hujan lebat disertai angin kencang di wilayah Sumatera bag Selatan, Jawa, Bali dan NTB.
Selain itu, ketinggian gelombang lebih dari 3 meter di Laut Jawa, perairan Masalembo, Laut Flores, Selat Bali, Selat Sunda bagian Selatan, Laut Bali, Selat Lombok dan perairan Selatan Jawa hingga Nusa Tenggara.(*)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026