Mataram, 29/4 (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat melibatkan badan pusat statistik (BPS) dalam penyusunan profil desa yang pelaksanaannya pada Mei 2010.
"BPS dilibatkan dalam penyusunan profil desa itu agar ada kemudahan dan validitas data dapat dipertanggungjawabkan," kata juru bicara Pemerintah Provinsi NTB Lalu Moh. Faozal, di Mataram, Kamis.
Ia mengatakan profil desa itu disusun oleh badan pemberdayaan masyarakat (BPM) Sekretariat Daerah NTB bekerja sama dengan aparatur desa setempat.
Anggarannya bersumber dari sebagian dana bantuan desa sebesar Rp10 juta untuk setiap desa yang dialokasikan dalam APBD NTB tahun 2010.
"Dari dana bantuan desa sebesar Rp10 juta itu, sebesar Rp5 juta di antaranya untuk percepatan pemberantasan buta aksara dan Rp5 juta lainnya antara lain untuk kelancaran penyusunan profil desa," ujarnya.
Menurut Faozal penyusunan profil desa itu merupakan salah satu kegiatan utama bulan bakti gotong royong (BBGR) tingkat Provinsi NTB tahun 2010.
Kegiatan BBGR lainnya adalah program pemberdayaan masyarakat yang dalam penerapannya akan dibimbing oleh satuan kerja perangkat daerah (SKPD) terkait.
"Karena BBGR dijadwalkan bulan Mei dan kegiatan BPS yakni sensus penduduk tahun 2010 juga selama bulan Mei, maka kegiatan tersebut dipadukan untuk bersinergi," ujarnya.
Faozal mengatakan Gubernur NTB KH. M. Zainul Majdi yang akan memimpin acara pencanangan BBGR bersamaan dengan pelepasan petugas pencacah Sensus Penduduk 2010, di alun-alun Gubernur NTB, Sabtu (1/5).
"Semua pimpinan SKPD lingkup Pemprov NTB diwajibkan menghadiri kedua acara itu karena akan ada penegasan dari gubernur," ujarnya.(*)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026