Mataram, 1/5 (ANTARA) - Dewan Pimpinan Pusat Partai Amanat Nasional mendorong pengurusnya di wilayah Nusa Tenggara Barat untuk terus merangkul para tokoh sentral di berbagai kabupaten/kota, dalam kepengurusan dan daftar kader partai untuk periode lima tahun ke depan.

     "Kami terus dorong upaya DPW PAN NTB untuk rangkul tokoh sentral, itu penting untuk kemajuan partai di masa mendatang," kata Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Amanat Nasional (PAN) Putra Jaya Husin, usai pertemuan Sosialisasi Persiapan Verifikasi Parpol, di Mataram, Minggu.

     Putra bersama pengurus DPP PAN lainnya yakni Muhammad Syafruddin (anggota Komisi VII DPR) berkunjung ke NTB guna menyosialisasikan berbagai hal yang harus disiapkan untuk verifikasi parpol peserta Pemilu 2014, kepada pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PAN NTB.

     Ia mengatakan, upaya Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PAN NTB H. M. Muazzim Akbar, yang hendak mengakomodir semua kader potensial dalam kepengurusan partai periode lima tahun berikutnya, patut diacungi jempol.     

     "PAN harus selalu membuka ruang untuk para tokoh sentral atau tokoh berpengaruh di berbagai kabupaten/kota. Itu sangat bagus, kami akan terus mendorongnya," ujarnya.

     Muazzim ditetapkan sebagai Ketua Formatur Terpilih hasil Musyawarah Wilayah (Muswil) III PAN NTB, 18-19 Desember 2010, sekaligus ditetapkan sebagai Ketua DPW PAN NTB periode 2010-2015.

     Penetapan Muazzim sebagai Ketua DPW PAN NTB itu berdasarkan Surat Keputusan (SK) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PAN Nomor: PAN/A/K-SJ/122/III/2011, yang ditandatangani Ketua DPP PAN Achmad Hafisz Tohir dan Sekretaris Jenderal DPP PAN Taufik Kurniawan, tertanggal 18 Maret 2011.

     Kini, Muazzim tengah menyusun kepengurusan DPW PAN NTB beserta kader-kader pendukungnya yang antara lain merupakan para tokoh sentral di berbagai kabupaten/kota di wilayah NTB.

     Penyusunan kepengurusan DPW PAN NTB itu melibatkan pengurus DPP dan para kandidat yang bertarung dalam perebutan Ketua Formatur/Ketua DPW pada Muswil III PAN NTB, Desember lalu.

     Selain Muazzim, kandidat dimaksud yakni H. Ali Ahmad,  H. A. Jabir dan Diyanul Hayezi SE.

     Menurut Muazzim, sesuai arahan DPP PAN, semua potensi kader diakomodasi dalam struktur kepengurusan, kemudian segera berkonsolidasi di tingkat wilayah (provinsi) hingga rayon (kecamatan dan desa).

     Muazzim mengakui, penyusunan kepengurusan DPW PAN NTB itu sudah hampir rampung dan akan segera diajukan untuk mendapat pengesahan dari DPP. Pelantikan pengurus DPW PAN NTB akan digelar setelah mendapat persetujuan pusat.

     Muazzim menyebut sejumlah tokoh sentral yang masuk dalam kepengurusan DPW PAN NTB seperti H. Jamaludin Malik (Bupati Sumbawa) sebagai Ketua Bapilu Dapil Sumbawa, dan H. Syafruddin (Wakil Bupati Bima) sebagai salah satu ketua.

     Bupati Lombok Utara H. Djohan Sjamsju juga akan bergabung dengan PAN NTB meski belum secara resmi menyatakan kesediannya melalui pernyataan tertulis.

     "Sejumlah tokoh sentral seperti TGH Munazib di Lombok Barat, TGH Hamid Faizal di Kota Mataram, Suminggah (pensiunan polri) di Lombok Tengah, dan Elyas Munir (mantan birokrat) sebagai pendatang baru juga dipastikan bergabung. Mantan Kepala Bappeda NTB DR H. Lalu Fatturahman juga akan bergabung," ujarnya.

     Dia mengakui, upaya menjaga kekompakan kader partai dan merangkul para tokoh sentral itu dimaksudkan untuk menggapai target PAN meraih posisi tiga besar perolehan suara pada Pemilu 2014 mendatang.

     Pada Pemilu Legislatif 2009 lalu, PAN hanya mampu menduduki posisi kelima dalam perolehan suara, berada di bawah Partai Golkar, PBB, PKS, dan Partai Demokrat.

     Dengan posisi itu, PAN hanya mapu meloloskan empat wakilnya di DPRD NTB namun gagal merebut satu kursi pimpinan.  (*)

Pewarta :
Editor :
Copyright © ANTARA 2024