GURUH TOLAK PENCALONAN PUAN MAHARANI
Minggu, 30 Oktober 2011 16:17 WIB
Bogor (ANTARA) - Guruh Soekarno Putra menolak pencalonan Puan Maharani sebagai Calon Presiden pada Pemilu 2014 menggantikan Megawati.
"Saya tidak mendukung, Puan dari segi usia dan kematangan politik masih jauh. Puan harus belajar lagi," ujar Guruh usai mengisi Dialog Budaya di SMA Rimba Madya Ciomas, Kota Bogor, Jawa Barat, Minggu.
Menurut Guruh, seorang pemimpin tidak hanya menguasai politik, tapi juga memahami budaya, sosial ekonomi spiritual dan kesenian.
"Seorang pemimpin Indonesia harus multitalented. Tahu banyak hal, berpolitik secara ideologi," katanya.
Ketua Umum Gerakan Spirit Pancasila ini tidak melihat ada sosok yang layak menjadi pemimpin Indonesia.
Ia mengaku tengah mempersiapkan diri untuk menjadi pemimpin, sesuai dengan amanat orang tuanya bahwa dia harus menjadi seorang pemimpin untuk dirinya.
"Tidak ada orang yang pantas menjadi pemimpin untuk negeri ini. Saya akan siap maju memimpin jika dipilih oleh rakyat," kata Guruh tegas.
Dia juga berkata, "Saya berjuang untuk idiologi."
Berpolitik cara Idologi menurut Guruh adalah berpolitiknya kita sebagai bangsa.
Guruh hadir dalam dialog budaya yang digelar Yayasan Kekal dan Musyawarah Guruh Pendidikan Kewarganegaraan (MGPK PKN) Kota Bogor dan Gerakan Spirit Pancasila. (*)
"Saya tidak mendukung, Puan dari segi usia dan kematangan politik masih jauh. Puan harus belajar lagi," ujar Guruh usai mengisi Dialog Budaya di SMA Rimba Madya Ciomas, Kota Bogor, Jawa Barat, Minggu.
Menurut Guruh, seorang pemimpin tidak hanya menguasai politik, tapi juga memahami budaya, sosial ekonomi spiritual dan kesenian.
"Seorang pemimpin Indonesia harus multitalented. Tahu banyak hal, berpolitik secara ideologi," katanya.
Ketua Umum Gerakan Spirit Pancasila ini tidak melihat ada sosok yang layak menjadi pemimpin Indonesia.
Ia mengaku tengah mempersiapkan diri untuk menjadi pemimpin, sesuai dengan amanat orang tuanya bahwa dia harus menjadi seorang pemimpin untuk dirinya.
"Tidak ada orang yang pantas menjadi pemimpin untuk negeri ini. Saya akan siap maju memimpin jika dipilih oleh rakyat," kata Guruh tegas.
Dia juga berkata, "Saya berjuang untuk idiologi."
Berpolitik cara Idologi menurut Guruh adalah berpolitiknya kita sebagai bangsa.
Guruh hadir dalam dialog budaya yang digelar Yayasan Kekal dan Musyawarah Guruh Pendidikan Kewarganegaraan (MGPK PKN) Kota Bogor dan Gerakan Spirit Pancasila. (*)
Pewarta :
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Inspektorat Situbondo Jatim menyerahkan dokumen dana desa ke kejaksaan
05 January 2024 5:20 WIB, 2024
Pengamat menyesalkan TNI AD tak koordinasi ke polisi terkait relawan Ganjar
05 January 2024 5:17 WIB, 2024
Polres Sukabumi Jabar menangkap pemuda penganiaya perempuan di bawah umur
05 January 2024 5:08 WIB, 2024
Saksi sidang korupsi Poltekkes Mataram mengungkap ada barang tak berguna
04 January 2024 17:48 WIB, 2024
Terpopuler - Polhukam
Lihat Juga
Inspektorat Situbondo Jatim menyerahkan dokumen dana desa ke kejaksaan
05 January 2024 5:20 WIB, 2024
Pengamat menyesalkan TNI AD tak koordinasi ke polisi terkait relawan Ganjar
05 January 2024 5:17 WIB, 2024
Polres Sukabumi Jabar menangkap pemuda penganiaya perempuan di bawah umur
05 January 2024 5:08 WIB, 2024
Saksi sidang korupsi Poltekkes Mataram mengungkap ada barang tak berguna
04 January 2024 17:48 WIB, 2024