Mataram (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nusa Tenggara Barat mencatat 52 kejadian bencana melanda wilayah itu baik di Pulau Lombok maupun Pulau Sumbawa selama periode 1 - 31 Januari 2026.
Kepala BPBD NTB Sadimin di Mataram, Senin, mengungkapkan, dari 52 kejadian itu bencana alam yang paling sering terjadi yaitu banjir dengan 26 kejadian, kemudian cuaca ekstrem 22 kejadian, tanah longsor dua kejadian, dan gelombang pasang/abrasi dua kejadian.
"Sedangkan untuk bencana gempa bumi, karhutla, kekeringan, erupsi gunung api, dan tsunami tercatat nol kejadian pada periode ini," ujarnya.
Ia menyebutkan, akibat bencana ini sebanyak dua orang meninggal, sembilan luka-luka, dan 44.058 jiwa terdampak.
"Rumah rusak yakni 428 unit, terdiri atas 23 rumah rusak berat, 35 rumah rusak sedang, 370 rumah rusak ringan, dan untuk jumlah rumah terendam mencapai 12.944 rumah," sebut Sadimin.
Baca juga: Hadapi cuaca ekstrem, NTB siapkan lima langkah lindungi sentra pangan
Ia mengatakan, dari 10 kabupaten dan kota di NTB, Kabupaten Bima menjadi wilayah yang sering dilanda bencana dengan 12 kejadian, disusul Kabupaten Lombok Barat 11 kejadian, Lombok Tengah sembilan kejadian, Dompu tujuh kejadian, Sumbawa empat kejadian, Lombok Utara tiga kejadian, Kota Mataram tiga kejadian, Sumbawa Barat dua kejadian, Lombok Timur satu kejadian, dan Kota Bima menjadi satu-satunya wilayah yang nol kejadian bencana.
Selain merusak rumah warga dan korban meninggal, bencana alam yang terjadi di wilayah itu juga berdampak pada rusaknya pelayanan dasar dan sarana prasarana vital. Di antaranya tiga perkantoran, 24 fasilitas pendidikan, lima fasilitas kesehatan, tujuh jembatan, 130 meter jalan, 18 meter tanggul, 14 jaringan listrik, dan 700 meter jaringan air bersih.
"Bencana ini juga berdampak pada sosial ekonomi berupa 1.306 meter sawah rusak, 60 hektare tambak, dan 16 pertokoan atau warung," katanya.
Sebelumnya, Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal memastikan anggaran tanggap bencana alam dialokasikan menggunakan Belanja Tidak Terduga (BTT) sebesar Rp16 miliar.
"Anggaran Rp16 miliar itu jumlah uang yang tersedia di BTT. Yang dikeluarkan berapa, nanti tergantung hasil analisa terhadap kebutuhan apa yang mau diselesaikan," ujarnya.
Baca juga: Gubernur NTB alokasikan dana BTT Rp16 miliar untuk atasi bencana
Baca juga: Puting beliung terjang Lombok Tengah, 41 rumah warga rusak
Baca juga: APBD 2026, Lombok Tengah siapkan Rp2,5 miliar dana darurat bencana
Baca juga: NTB siapkan anggaran BTT Rp16 miliar tangani bencana
Pewarta : Nur Imansyah
Editor:
Abdul Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026