Praya (ANTARA) - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat, meminta warga memastikan hewan kurban yang akan disembelih pada Hari Raya Idul Adha 1443 Hijriah dalam keadaan sehat dan memenuhi syarat dijadikan hewan kurban.

Ketua MUI Lombok Tengah H Minggre Hammy di Praya, Rabu, mengatakan bahwa hewan kurban harus dipastikan bebas dari penyakit, termasuk penyakit mulut dan kuku.

Ia mengatakan, hendaknya hewan yang hendak disembelih untuk kurban memiliki Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) dari Dinas Pertanian dan Peternakan.

"Pengusaha ternak harus menjual sapi yang sehat untuk kurban. Warga juga harus membeli ternak yang sehat," katanya.

"SKKH tidak akan bisa keluar jika (ternak) tidak betul-betul dalam keadaan sehat," ia menambahkan.

Ia menjelaskan bahwa hewan kurban juga harus memenuhi ketentuan umur, yakni dua tahun untuk sapi, satu tahun untuk kambing, dan enam bulan untuk domba.

Selain itu hewan yang dianjurkan untuk kurban yakni yang gemuk dan sempurna, lengkap anggota badannya, dan tidak cacat.

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Lombok Tengah Lalu Taufikurahman mengatakan bahwa stok hewan kurban di Lombok Tengah masih aman.

"Populasi ternak di Lombok Tengah saat ini mencapai 300 ribu ekor sehingga kebutuhan hewan kurban bisa terpenuhi," katanya.

 

Pewarta : Akhyar Rosidi
Editor : Riza Fahriza
Copyright © ANTARA 2024