Jakarta (ANTARA) - Koordinator Nasional Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G), Satriwan Salim mengatakan perlu adanya perluasan akses infrastruktur digital untuk menghadapi disrupsi teknologi di dunia pendidikan. “Menghadapi disrupsi teknologi yang berdampak terhadap dunia pendidikan, khususnya persekolahan mesti dijawab dengan perluasan akses infrastruktur digital, pengembangan teknologi digital pendidikan yang bersifat inklusif,” ujar Satriwan di Jakarta, Selasa.

Dia menambahkan hal itu yang menjadi kebutuhan utama dan pekerjaan rumah yang belum dipenuhi hingga sekarang. Ke depan, terang dia, teknologi digital bidang pendidikan menjadi sebuah keniscayaan di tengah ketidakpastian kondisi sosial ekonomi politik dan alam.

“Misalnya, saat menghadapi katastrofe yang berdampak terhadap segala lini kehidupan. Jangan sampai pendidikan kita tergagap dan tergugup dalam menghadapi disrupsi dan katastrofe seperti saat ini, sehingga bonus demografi tidak tercapai, melainkan bencana demografi,” papar dia.

Pihaknya mengapresiasi komitmen Presiden Joko Widodo dalam menyiapkan sumber daya manusia yang produktif, inovatif, dan berdaya saing global dengan tetap mengamalkan nilai-nilai Pancasila, berakhlak mulia, dan menjaga jati diri budaya bangsa.

“Tapi, ini saya rasa harus ditindaklanjuti serius oleh Kemendikbudristek dengan memastikannya melalui Peta Jalan Pendidikan (PJP) yang sempat dibahas dan tak jelas kelanjutannya hingga hari ini. Melalui PJP kita tahu begaimana menindaklanjuti komitmen dan perintah Presiden di bidang pendidikan tadi. Kita akan tahu mulai berangkat dari mana, melalui apa, dan tujuannya kemana,” paparnya.

Baca juga: Teknologi digital lancarkan penjualan hingga ke luar negeri
Baca juga: Inovasi digital buat ekonomi tumbuh lebih tangguh

Presiden Joko Widodo dalam pidatonya pada Sidang Tahunan MPR dan penyampaian Nota Keuangan RAPBN 2023, menyampaikan komitmennya untuk memperkuat investasi di bidang pendidikan, antara lain dengan mendukung perluasan program beasiswa, pemajuan kebudayaan, penguatan perguruan tinggi kelas dunia, dan pengembangan riset dan inovasi.

Selain itu, pembangunan infrastruktur dianggarkan Rp392 triliun yang diarahkan untuk mendukung penguatan penyediaan pelayanan dasar, mendukung peningkatan produktivitas melalui infrastruktur konektivitas dan mobilitas, menyediakan infrastruktur energi dan pangan yang terjangkau, andal, dan memperhatikan aspek lingkungan, serta pemerataan infrastruktur dan akses TIK.



 


Pewarta : Indriani
Editor : I Komang Suparta
Copyright © ANTARA 2024