Mataram, 19/6 (ANTARA) - Sebanyak 390 siswa berkebutuhan khusus mengikuti Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) 2012 yang digelar di Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

    

     "Para siswa berkebutuhan khusus yang berasal dari 33 provinsi itu, terdiri dari  198 siswa sekolah dasar luar biasa (SDLB)dan sekolah menengah pertama luar biasa (SMPLB) serta sekolah menengah atas luar biasa (SMALB) sebanyak 192 orang," kata Direktur Pembinaan Khusus dan Layanan Khusus ((PPKLK) Pendidikan Dasar (Dikdas) Mudjito, di Mataram, Selasa.

     FLS2N merupakan kegiatan tahunan yang digelar Direktorat Jenderal (Ditjen) Dikdas dan Ditjen Pendidikan Menengah (Dikmen).

     Ia mengatakan, FLS2N yang digelar di Kota Mataram mulai 18-23 Juni 2012 merupakan yang kelima kali. Pembukaan dilakukan sehari sebelumnya oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh.

     Menurut dia, para siswa berkebutuhan khusus itu mengikuti lomba menyanyi khusus bagi siswa SDLB dan SMPLB tuna netra.

     Lomba melukis diikuti oleh siswa SDLB dan SMPLB siswa tunarungu, tunagrahita tunadaksa dan autis.

     Untuk lomba cipta dan baca puisi diikuti oleh siswa SDLB tunanetra, tunagrahita, tunadaksa, tunalaras dan autis.

     Sementara lomba memainkan alat musik modern atau instrument diikuti oleh siswa SMPLB tunanetra, tunagrahita, tunalaras dan autis.

     Bagi siswa SMALB mengikuti lomba melukis, desain grafis, pantonim, tari dan menyanyi solo dan tata rias.

     Mudjito mengatakan, tujuan digelarnya FLS2N, yakni membina dan meningkatkan krativitas siswa dalam bidang seni dan sastra, menanamkan dan membina apresiasi seni dan sastra, khususnya terhadap nilai-nilai tradisi yang berakar pada budaya bangsa.

     Selain itu, untuk membangun karakter bangsa, mengembangkan sikap kompetitif dalam diri siswa yang berwawasan global, sebagai sarana promosi potensi siswa kepada dunia pariwisata.

     Tujuan lainnya, kata dia, adalah menyediakan wahana kompetensi putra-putri Indonesia dalam mengembangkan minat dan talenta yang dimiliki khususnya di bidang seni.

     "FLS2N juga bertujuan untuk mengasah kepekaan siswa dalam menghargai seni dan karya orang lain," ujarnya.    

     Selain diikuti oleh siswa berkebutuhan khusus, kata dia, FLS2N itu diikuti oleh 1.353 siswa dari sekolah umum di 33 provinsi di Indonesia.

     Mudjito mengatakan, hasil yang diharapkan dari kegiatan tersebut adalah terciptanya suasana kompetitif yang sehat antarsiswa, antarsekolah dan antarprovinsi di bidang kesenian dan terwujudnya pengembangan bakat serta kreativitas bidang seni dan sastra terhadap siswa secara optimal.

     Pemerintah juga mengharapkan kegiatan FLS2N bisa mewujudkan rasa cinta terhadap nilai tradisi yang berakar pada budaya bangsa, terwujudnya sikap toleransi kompetitif dan jiwa sportivitas siswa serta terwujudnya persatuan dan kesatuan bangsa yang semakin kuat.

     "Kami berharap para siswa yang memiliki bakat dan juara memperoleh pembinaan dari daerahnya masing-masing karena tidak menutup kemungkinan siswa penyandang ketunaan maupun siswa nonketunaan yang berprestasi di acara tahunan ini bisa mewakili Indonesia di tingkat internasional," katanya. (*)

Pewarta :
Editor :
Copyright © ANTARA 2024