Penyedia konten didorong bangun ekosistem digital ramah anak
Kamis, 8 Desember 2022 4:40 WIB
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Bintang Puspayoga pada acara Peluncuran Kampanye Creators for Impact yang diselenggarakan Youtube Indonesia. ANTARA/ HO-Kemen PPPA
Jakarta (ANTARA) - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Bintang Puspayoga mendorong platform penyedia layanan dan kreator berkontribusi menciptakan lingkungan internet yang positif dan ekosistem dunia digital yang ramah anak.
“Menurut Survei Ekonomi Nasional (Susenas) 2020, sebesar 25,8 persen pengguna internet adalah anak. Namun sayangnya, keamanan anak di dunia digital saat ini masih memerlukan perhatian kita semua," kata Bintang Puspayoga dalam keterangan di Jakarta, Rabu.
Bintang Puspayoga mengatakan berdasarkan data Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) pada 2021, terdapat 345 anak korban pornografi dan cyber crime, dan sebanyak 19 anak menjadi pelaku pornografi, cyber crime, dan perundungan di dunia maya.
Menteri Bintang menegaskan anak-anak perlu dibekali kemampuan dan keterampilan dalam memilah informasi di dunia digital. Hal itu dilakukan untuk mendukung tumbuh kembang anak secara optimal dan terlindungi dari berbagai macam bentuk kekerasan, kejahatan, dan perlakuan salah lainnya yang mereka temui di ranah daring.
Pihaknya mendorong para penyedia platform digital membangun ekosistem positif di dunia digital yang ramah anak untuk membantu anak Indonesia dalam memperoleh informasi yang mendukung tumbuh kembang-nya.
Baca juga: Kemen PPPA cetak wirausaha perempuan di tingkat desa
Baca juga: Kemen PPPA pastikan dampingi korban kekerasan seksual anak
Bintang Puspayoga berharap melalui kampanye-kampanye digital yang peduli terhadap permasalahan sosial dapat mendorong kreator-kreator digital untuk menghasilkan karya yang inspiratif dan mewujudkan ekosistem digital yang positif bagi tumbuh kembang anak dan seluruh masyarakat Indonesia.
"Saya berterima kasih kepada YouTube Indonesia dan para kreator yang terlibat dalam kampanye kali ini karena kita memerlukan banyak karya positif di dunia digital untuk dapat menyaingi atau bahkan mengalahkan berbagai bentuk kekerasan dan kejahatan di dunia digital yang berdampak negatif bagi anak-anak," kata Bintang Puspayoga.
“Menurut Survei Ekonomi Nasional (Susenas) 2020, sebesar 25,8 persen pengguna internet adalah anak. Namun sayangnya, keamanan anak di dunia digital saat ini masih memerlukan perhatian kita semua," kata Bintang Puspayoga dalam keterangan di Jakarta, Rabu.
Bintang Puspayoga mengatakan berdasarkan data Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) pada 2021, terdapat 345 anak korban pornografi dan cyber crime, dan sebanyak 19 anak menjadi pelaku pornografi, cyber crime, dan perundungan di dunia maya.
Menteri Bintang menegaskan anak-anak perlu dibekali kemampuan dan keterampilan dalam memilah informasi di dunia digital. Hal itu dilakukan untuk mendukung tumbuh kembang anak secara optimal dan terlindungi dari berbagai macam bentuk kekerasan, kejahatan, dan perlakuan salah lainnya yang mereka temui di ranah daring.
Pihaknya mendorong para penyedia platform digital membangun ekosistem positif di dunia digital yang ramah anak untuk membantu anak Indonesia dalam memperoleh informasi yang mendukung tumbuh kembang-nya.
Baca juga: Kemen PPPA cetak wirausaha perempuan di tingkat desa
Baca juga: Kemen PPPA pastikan dampingi korban kekerasan seksual anak
Bintang Puspayoga berharap melalui kampanye-kampanye digital yang peduli terhadap permasalahan sosial dapat mendorong kreator-kreator digital untuk menghasilkan karya yang inspiratif dan mewujudkan ekosistem digital yang positif bagi tumbuh kembang anak dan seluruh masyarakat Indonesia.
"Saya berterima kasih kepada YouTube Indonesia dan para kreator yang terlibat dalam kampanye kali ini karena kita memerlukan banyak karya positif di dunia digital untuk dapat menyaingi atau bahkan mengalahkan berbagai bentuk kekerasan dan kejahatan di dunia digital yang berdampak negatif bagi anak-anak," kata Bintang Puspayoga.
Pewarta : Anita Permata Dewi
Editor : I Komang Suparta
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Menteri PPPA diminta melanjutkan upaya selesaikan isu perempuan dan anak
22 October 2024 5:58 WIB, 2024
Menteri PPPA Bintang target selesaikan regulasi pemberdayaan perempuan
02 September 2024 20:58 WIB, 2024
Menteri PPPA Bintang mendorong kebijakan dukung upah layak pekerja perawatan
23 August 2024 4:51 WIB, 2024
Menteri PPPA mendorong pemberitaan kekerasan seksual berperspektif gender
20 June 2024 20:03 WIB, 2024