NTB targetkan kirim 100 ribu ton beras
Sabtu, 17 Agustus 2013 20:12 WIB
Mataram, (Antara Mataramm) - Divisi Regional Bulog Nusa Tenggara Barat menargetkan akan mengirim beras sebanyak 100 ribu ton pada 2013 ke daerah lain yang memerlukan kebutuhan pokok itu .
"Kalau target pengadaan beras pada 2013 sebanyak 200 ribu ton bisa direalisasikan kita akan kita menargetkan pengiriman beras ke daerah lain sebanyak 100 ribu ton," kata Kepala Divisi Regional Bulog NTB H Muhammad Hasyim di Mataram, Sabtu.
Ia mengatakan, stok beras yang disimpan di sejumlah gudang sekarang ini mencapai 130 ribu ton, cukup untuk memenuhi kebutuhan selama 18 bulan atau sampai Januari 2015.
Karena itu, kata Hasyim, perlu di dikirim ke daerah lain yang membutuhkan sebab kalau terlalu lama disimpan di gudang mutunya akan menurun.
"Untuk itu kami sudah mengusulkan ke kanto Bulog pusat di Jakarta agar dilakukan sebagian stok itu dipindahkan atau dikirim ke daerah lain yang membutuhkan beras, seperti Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Bali atau daerah timur lainnya," katanya.
Ia mengatakan, sampai awal Agustus 2013 realisasi pengadaan mencapai 142 ribu ton. Diharapkan sampai Desember 2013 bisa direalisasikan sebanyak 200 ribu ton.
"Kami bertekad untuk merealisasikan target pengadaan sebanyak 200 ribu ton. Memang yang menjadi kendala adalah keterbatasan daya tampung gudang, hingga saat ini daya tampung hanya 90 ribu ton, namun beras yang masuk bisanya dikeluarkan lagi, sehingga beras baru bisa masuk," katanya.
Menurut Hasyim, untuk mengatasi keterbatasan daya tampung gudang tersebut, pihaknya mengusulkan ke Bulog pusat agar sebagian stok dikeluarkan untuk membantu daerah lain yang membutuhkan beras.
Untuk mengatasi keterbatasan daya tampung tersebut, katanya, pihaknya akan membangun gudang di Sakra Lombok Timur dengan kapasitas 3.500 ton dan di Bolo Dompu dengan kapasitas 3.500 ton.
Dia mengatakan, menurut rencana juga akan dibangun gudang di beberapa daerah lain di NTB, seperti di Kabupaten Sumbawa Barat, namun hingga kini masih menghadapi persoalan lahan tempat membangun gudang.(*)
"Kalau target pengadaan beras pada 2013 sebanyak 200 ribu ton bisa direalisasikan kita akan kita menargetkan pengiriman beras ke daerah lain sebanyak 100 ribu ton," kata Kepala Divisi Regional Bulog NTB H Muhammad Hasyim di Mataram, Sabtu.
Ia mengatakan, stok beras yang disimpan di sejumlah gudang sekarang ini mencapai 130 ribu ton, cukup untuk memenuhi kebutuhan selama 18 bulan atau sampai Januari 2015.
Karena itu, kata Hasyim, perlu di dikirim ke daerah lain yang membutuhkan sebab kalau terlalu lama disimpan di gudang mutunya akan menurun.
"Untuk itu kami sudah mengusulkan ke kanto Bulog pusat di Jakarta agar dilakukan sebagian stok itu dipindahkan atau dikirim ke daerah lain yang membutuhkan beras, seperti Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Bali atau daerah timur lainnya," katanya.
Ia mengatakan, sampai awal Agustus 2013 realisasi pengadaan mencapai 142 ribu ton. Diharapkan sampai Desember 2013 bisa direalisasikan sebanyak 200 ribu ton.
"Kami bertekad untuk merealisasikan target pengadaan sebanyak 200 ribu ton. Memang yang menjadi kendala adalah keterbatasan daya tampung gudang, hingga saat ini daya tampung hanya 90 ribu ton, namun beras yang masuk bisanya dikeluarkan lagi, sehingga beras baru bisa masuk," katanya.
Menurut Hasyim, untuk mengatasi keterbatasan daya tampung gudang tersebut, pihaknya mengusulkan ke Bulog pusat agar sebagian stok dikeluarkan untuk membantu daerah lain yang membutuhkan beras.
Untuk mengatasi keterbatasan daya tampung tersebut, katanya, pihaknya akan membangun gudang di Sakra Lombok Timur dengan kapasitas 3.500 ton dan di Bolo Dompu dengan kapasitas 3.500 ton.
Dia mengatakan, menurut rencana juga akan dibangun gudang di beberapa daerah lain di NTB, seperti di Kabupaten Sumbawa Barat, namun hingga kini masih menghadapi persoalan lahan tempat membangun gudang.(*)
Pewarta : Oleh Masnun
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Trump apresiasi Indonesia kirim personel menjaga gencatan senjata di Jalur Gaza
20 February 2026 8:38 WIB
Terpopuler - Umum
Lihat Juga
Yayasan Puri Kauhan Ubud umumkan ide karya terbaik kompetisi seni pertunjukan dengan inovasi teknologi
05 September 2025 5:34 WIB
Konferprov PWI Bali 2025 secara aklamasi memilih Dira Arsana sebagai Ketua PWI periode 2025-2029
31 May 2025 7:19 WIB
Sinergi PKT BISA dongkrak produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani Magetan
20 May 2025 18:55 WIB
Pemilik tanah Gnyadnya minta keadilan peralihan tanahnya dipecah jadi 26 sertifikat
03 February 2025 20:22 WIB, 2025
Demplot Pupuk Kaltim di Jombang, hasil padi petani capai 9,2 ton per hektare
04 September 2024 15:31 WIB, 2024
Suara legislator, Reni Astuti sarankan ada peta banjir digital di Surabaya
27 February 2024 8:04 WIB, 2024