Bima (ANTARA) - Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat, kembali menunjukkan komitmennya dalam misi kemanusiaan dengan mengirimkan dua orang relawan untuk memperkuat penanganan darurat banjir bandang yang melanda sejumlah wilayah di Aceh sejak akhir November 2025.
Pelepasan relawan dilaksanakan di halaman Kampus I Universitas Muhammadiyah Bima, Minggu (4/1) lalu, dan dihadiri oleh unsur MDMC Kabupaten Bima, Lazismu Kabupaten Bima, serta Korps Relawan Muhammadiyah.
Kedua relawan dijadwalkan bertugas selama sekitar 30 hari, terhitung mulai 7 Januari hingga 7 Februari 2026. Mereka akan bergabung dengan tim MDMC dari berbagai daerah yang ditugaskan ke Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Ketua MDMC Kabupaten Bima, Amiruddin, kepada ANTARA, Selasa, mengatakan pengiriman relawan tersebut merupakan bagian dari respon nasional Muhammadiyah dalam membantu masyarakat terdampak bencana hidrometeorologi di wilayah Sumatera.
"Sebanyak dua relawan hari ini siap diberangkatkan menuju Aceh. Kami berharap kehadiran mereka dapat meringankan beban saudara-saudara kita yang sedang tertimpa musibah," katanya.
Ia menjelaskan, para relawan telah dibekali pengalaman dan kemampuan kebencanaan yang memadai. Bahkan, sebelum diberangkatkan ke Aceh, keduanya baru saja menyelesaikan keterlibatan dalam operasi pencarian dan pertolongan orang hilang di Gunung Sangiang Api, Kabupaten Bima.
"Selama lebih dari satu dekade, relawan MDMC Kabupaten Bima tercatat aktif dalam berbagai respon bencana, di antaranya banjir di wilayah Bima dan Sumbawa, gempa Lombok, hingga erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki. Pengalaman tersebut menjadi modal penting dalam mendampingi para penyintas di lokasi pengungsian.
Baca juga: Bupati Bima ajak ASN adaptif hadapi tantangan pembangunan 2026
Seiring dengan pengiriman relawan, lanjut Amiruddin, Lazismu Kabupaten Bima sejak akhir November 2025 juga membuka penggalangan dana untuk membantu korban banjir di wilayah Sumatera. Hingga 31 Desember 2025, dana yang terhimpun mencapai Rp53.984.400, yang berasal dari transfer bank, infaq penjemputan, serta donasi masyarakat di Kota dan Kabupaten Bima serta Dompu.
Amiruddin memastikan, seluruh relawan telah melalui proses persiapan dan pembekalan sebelum diberangkatkan.
"Semoga perjalanan dimudahkan dan kehadiran relawan membawa manfaat nyata bagi masyarakat Aceh, khususnya para penyintas banjir dan longsor," ujarnya.
Adapun relawan yang diberangkatkan yakni Agus Farhan, Koordinator Relawan MDMC se-Pulau Sumbawa yang berpengalaman dalam berbagai respon bencana, serta Akbardin, relawan rekrutan MAPALA SYMPEL Ibnu Jazirah yang aktif dalam kegiatan pra dan pascabencana, termasuk penggalangan dana dan pendampingan masyarakat terdampak.
Baca juga: Pemprov NTB hibahkan delapan aset untuk Pemkab Dompu
Di lokasi tugas, tim MDMC Kabupaten Bima akan memperkuat layanan kemanusiaan, khususnya pada sektor manajemen posko, logistik, serta pendampingan psikososial bagi para penyintas.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Lazismu Kabupaten Bima Agus Farhan memberikan motivasi kepada relawan agar menjaga kesehatan, kekompakan, dan integritas selama bertugas.
"Di mana pun kita ditempatkan, itu adalah amanah. Jaga kesehatan, jaga integritas, dan perkuat kolaborasi, karena pelayanan kemanusiaan tidak bisa dilakukan sendiri,” ujarnya.
Dengan dukungan MDMC dan Lazismu Kabupaten Bima serta MDMC dan Lazismu Wilayah Nusa Tenggara Barat, para relawan bergerak menuju Aceh untuk menjadi bagian dari ikhtiar bersama dalam mempercepat pemulihan pascabencana.
Pewarta : Ady Ardiansah
Editor:
I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026