MDMC NTB perkuat kesiapsiagaan relawan hadapi bencana nasional

id MDMC NTB, LazisMU NTB, Ketua PWM NTB H. Falahuddin, Relawan Kebencanaan, Misi Kemanusian, Relawan Muhammadiyah

MDMC NTB perkuat kesiapsiagaan relawan hadapi bencana nasional

Relawan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) menyimak pengarahan Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Nusa Tenggara Barat H. Falahuddin, pada penutupan Pelatihan dan Penguatan Kapasitas Relawan di Gedung PWM NTB, Mataram, NTB, Senin (5/1/2026). (ANTARA/HO-Dok. MDMC NTB)

Kota Mataram (ANTARA) - Lembaga Resiliensi Bencana (LRB) atau Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC), Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Nusa Tenggara Barat (NTB), menggelar pelatihan dan penguatan kapasitas relawan Muhammadiyah sebagai langkah strategis memperkuat kesiapsiagaan sumber daya kemanusiaan dalam merespons bencana alam di berbagai wilayah Indonesia.

Kegiatan tersebut, berlangsung di Gedung PWM NTB pada 31 Desember 2025 hingga 5 Januari 2026.

"Pelatihan dirancang untuk membentuk relawan yang tidak hanya siap secara teknis, tetapi juga matang secara mental dan ideologis dalam menjalankan misi kemanusiaan Persyarikatan Muhammadiyah," ungkap Ketua MDMC PWM NTB Yudhi Lestanata, kepada ANTARA, Rabu.

Dikatakannya, pelatihan ini dilaksanakan seiring meningkatnya intensitas bencana banjir dan longsor di sejumlah wilayah Sumatra dan Provinsi Aceh.

"Kondisi tersebut mendorong Muhammadiyah NTB mengambil peran aktif dengan menyiapkan relawan terlatih yang siap didelegasikan sesuai kebutuhan respon kebencanaan nasional," jelasnya.

Selain sebagai penguatan kakapasitas, lanjut Yudhi, kegiatan ini juga menjadi bagian dari proses seleksi relawan.

"Dari rangkaian pelatihan tersebut, sebanyak 12 relawan Muhammadiyah NTB dinyatakan lolos dan siap ditugaskan untuk mendukung respon kemanusiaan di Provinsi Aceh melalui koordinasi MDMC tingkat nasional," ujarnya.

Yudhi menjelaskan, selama pelatihan, para peserta dibekali berbagai materi persiapan penugasan di lokasi bencana, antara lain pengenalan dasar manajemen bencana, dukungan logistik dan dapur umum, layanan psikososial, sistem koordinasi lapangan, serta penguatan nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan sebagai landasan etika relawan.

Para relawan terpilih direncanakan menjalani masa penugasan selama 30 hari kalender, terhitung sejak 15 Januari hingga 15 Februari 2026.

Baca juga: MDMC Kabupaten Bima kirim dua relawan bantu penanganan banjir di Aceh

"Untuk memastikan efektivitas kerja lapangan, MDMC PWM NTB menunjuk Hamdani Rakasiwi sebagai koordinator relawan yang akan memimpin pelaksanaan tugas kemanusiaan di lokasi," paparnya.

Yudhi menegaskan, bahwa penguatan dan pengiriman relawan merupakan bentuk komitmen Muhammadiyah NTB dalam respon kebencanaan yang berkelanjutan.

"Keberadaan Muhammadiyah dalam penanganan bencana tidak hanya pada fase tanggap darurat, tetapi juga mendukung proses pemulihan awal masyarakat terdampak,” ujarnya.

Ia menekankan, pentingnya semangat One Muhammadiyah One Response (OMOR) sebagai ciri khas penanganan bencana Muhammadiyah, yakni respon terpadu seluruh unsur Persyarikatan dalam satu koordinasi.

Baca juga: Bima di kepung banjir

"Dalam semangat OMOR, respon lapangan dikoordinasikan oleh MDMC, sementara penghimpunan dan pengelolaan donasi kemanusiaan dijalankan oleh Lazismu. Dengan satu komando dan satu koordinasi, pelayanan kepada masyarakat terdampak dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan terukur,” kata Yudhi.

Sementara itu, Ketua Lazismu NTB Wirandinata menyatakan pihaknya berkomitmen mengelola amanah donasi kemanusiaan secara profesional dan transparan.

"Dana yang terhimpun disalurkan untuk memenuhi kebutuhan dasar warga terdampak, dukungan logistik darurat, serta membantu proses pemulihan yang disinergikan dengan MDMC sebagai pelaksana respon di lapangan," jelasnya.

Kegiatan pelatihan dan penguatan kapasitas relawan tersebut ditutup dengan pengarahan Ketua PWM NTB H. Falahuddin yang dihadiri seluruh relawan, pengurus LRB/MDMC PWM NTB dan Ketua Lazismu NTB.

Pewarta :
Editor: I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.