Mataram (ANTARA) - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Bima di Provinsi Nusa Tenggara Barat menyalurkan bantuan modal bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta bantuan sosial bagi warga kurang mampu.

"Alhamdulillah, ada sebanyak 90 orang pelaku usaha kecil dan menengah yang mendapatkan bantuan modal usaha, masing-masing mendapatkan bantuan modal usaha sebesar 2,4 juta," kata Ketua BAZNAS Kota Bima H Nurdin Mansyur sebagaimana dikutip dalam keterangan pers pemerintah daerah yang diterima di Kota Mataram, Selasa.

Selain menyalurkan bantuan modal, BAZNAS Kota Bima menyalurkan bantuan dana perbaikan rumah kepada warga kurang mampu melalui program rumah layak huni atau Mahyani.

Bantuan yang diberikan dalam program tersebut nilainya Rp23 juta per unit rumah dengan perincian Rp22,5 juta untuk belanja material dan Rp500 ribu untuk pemeliharaan.

Nurdin mengatakan bahwa bantuan dalam Program Mahyani di antaranya telah disalurkan untuk membantu pembangunan 20 rumah di Kelurahan Kumbe dan 10 rumah di Kelurahan Rabadompu Timur.

Dia menyampaikan bahwa selanjutnya BAZNAS Kota Bima berencana menyalurkan bantuan senilai Rp200 ribu per orang bagi 1.640 warga miskin serta memberikan bantuan kepada guru dan petugas kesehatan yang masih berstatus pegawai tidak tetap.

"Kami juga sudah menyiapkan program bakulan untuk masing-masing kelurahan, terdiri dari 10 orang per kelurahan, jumlahnya 410 orang, dan akan memperoleh bantuan sebesar Rp300 ribu, sehingga totalnya sebesar Rp123 juta," katanya.

Wali Kota Bima H Muhammad Lutfi berharap program bantuan sosial yang dilaksanakan oleh BAZNAS dapat membantu meningkatkan kesejahteraan warga kurang mampu dan pelaku usaha kecil.

"Komitmen BAZNAS dalam pemberdayaan dan bantuan rumah layak huni yang dibangun dari nol, baik oleh BAZNAS Provinsi maupun Kota Bima begitu dirasakan manfaatnya," katanya.

Ia mengatakan bahwa BAZNAS Kota Bima menggalang dana zakat, infak, dan sedekah antara lain dari aparatur sipil negara.

Menurut dia, setiap tahun BAZNAS Kota Bima menggalang dana zakat sampai sekitar Rp2,3 miliar dari aparatur sipil negara dan dana tersebut digunakan untuk menyalurkan berbagai bantuan sosial.

"Saya apresiasi yang sangat luar biasa kepada kepengurusan BAZNAS Kota Bima karena lebih banyak program-program yang langsung menyentuh masyarakat yang ada di bawah. Ini sebagai satu komitmen BAZNAS yang selaras dengan visi-misi yang dicanangkan oleh Pemerintah Kota Bima," kata Lutfi.

Pewarta : Awaludin
Editor : Riza Fahriza
Copyright © ANTARA 2024