Mataram (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, menurunkan tim reaksi cepat (TRC) untuk menangani genangan air di SDN 21 Ampenan akibat hujan lebat disertai angin kencang yang terjadi sejak Minggu malam (12/2).

"Hujan lebat yang terjadi sejak Minggu malam, sampai Senin pagi mengakibatkan genangan di SDN 21 Ampenan dengan ketinggian 5-8 sentimeter," kata Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mataram Ahmad Muzaki di Mataram, Senin.

Dia mengatakan, kendati genangan yang terjadi tidak terlalu tinggi namun, kondisi itu dikhawatirkan bisa mengganggu kegiatan aktivitas belajar mengajar di lingkungan sekolah.

"Sebelumnya, pada hari Sabtu (11/2), TRC juga melakukan penyedotan di SDN 47 Ampenan, terjadi karena intensitas hujan tinggi. Alhamdulillah, sekarang kondisinya sudah kering," katanya.

Berdasarkan evaluasi di lapangan pada dua sekolah tersebut, katanya, genangan dipicu karena sistem drainase di lingkungan sekolah perlu diperbaiki dan harus menjadi atensi untuk penanganan.

"Misalnya, dengan melakukan perbaikan saluran di sekitar wilayah sekolah, dan pembuatan sumur resapan," katanya.

Selain itu, perlu dilakukan penanganan sampah dan kebersihan sebab kemungkinan biopori di lingkungan sekolah sudah tertimbun sampah, tanah, atau lainnya yang menghambat penyerapan air.

Harapannya, kondisi itu tidak terulang lagi sehingga anak-anak bisa lebih aman dan nyaman melaksanakan proses belajar sekaligus mengantisipasi dampak yang lebih besar akibat genangan tersebut.

"Apalagi, satu minggu terakhir ini Kota Mataram terus diguyur hujan mulai dari intensitas sedang hingga lebat. Kondisi lingkungan sekolah perlu jadi prioritas," katanya.

Akibat cuaca ekstrem itu, juga menyebabkan satu pohon tumbang di Jalan Gora 1 Sindu Cakranegara Utara terjadi sekitar pukul 09.30 Wita, ketika terjadi hujan lebat dan angin kencang, dan sudah ditangani langsung oleh aparat setempat bersama Dinas Lingkungan Hidup Kota Mataram.
 

Pewarta : Nirkomala
Editor : Riza Fahriza
Copyright © ANTARA 2024