Warga Desa Adat Sidakarya-Bali mendukung pembangunan terminal LNG
Kamis, 27 April 2023 8:42 WIB
Warga Desa Adat Sidakarya, Kota Denpasar menyatakan dukungan rencana pembangunan terminal LNG (liquefied natural gas) di kawasan desa setempat dengan pemasangan baliho dan pembentangan spanduk di Denpasar, Rabu (26/4/2023). ANTARA/Ni Luh Rhismawati.
Denpasar (ANTARA) - Warga Desa Adat Sidakarya, Kota Denpasar, Bali menyatakan dukungan rencana pembangunan terminal LNG (liquefied natural gas) di kawasan desa setempat yang ditandai dengan pemasangan spanduk dan baliho.
"Pemasangan baliho dan spanduk ini sebagai wujud nyata dukungan kami terkait program Bapak Gubernur. Dengan dibangunnya terminal LNG ini, harapan kami Bali menjadi mandiri energi bersih," kata Bendesa Adat Sidakarya I Ketut Suka di Denpasar, Rabu.
I Ketut Suka didampingi oleh Perbekel (kepala desa) Sidakarya I Made Madrayasa menyampaikan pihaknya telah memasang sebanyak lima baliho dan 10 spanduk yang ditempatkan di beberapa titik.
Titik pemasangan baliho mulai dari kantor desa (1 baliho), di Jalan Bypass Ngurah Rai (3 baliho), hingga kawasan pantai (1 baliho). Suka berharap dengan adanya dukungan tersebut bisa terdengar hingga ke pemerintah pusat. "Mudah-mudahan lewat tulisan ini aspirasi dan harapan kami rakyat kecil ini bisa didengar oleh para pemimpin. Selama ini pasokan listrik masih bergantung dari Pulau Jawa," ujarnya.
Terkait pentingnya pembangunan terminal LNG itu, Suka menegaskan bahwa kepentingan tersebut bukan hanya untuk desa adatnya saja, melainkan untuk kepentingan Bali yang lebih luas. "Ke depan, dari Sidakarya, Bali bisa mandiri energi. Kami belum memikirkan benefit yang kami dapat jika proyek ini jadi dibangun. Itu urusan yang masih jauh ke belakang," katanya.
Ia mengakui sebelumnya sempat terjadi penolakan terhadap pembangunan Terminal LNG di kawasan pesisir dari beberapa desa adat sekitar, salah satunya Desa Adat Intaran. Tetapi, setelah adanya pertemuan dan harmonisasi, Desa Adat Intaran Sanur turut mendukung. "Kalau yang dipermasalahkan oleh Desa Adat Intaran itu 'kan katanya akan dibangun di kawasan mangrove. Kalau ini tidak," ujarnya.
Perbekel Desa Sidakarya I Made Madrayasa berharap apa yang menjadi harapan masyarakat bisa didengar dan terwujud. "Ini adalah langkah awal. Jikalau tidak ditanggapi, kami siap kerahkan masyarakat lebih besar lagi agar pemerintah pusat bisa mendengar harapan kami. Apa yang menjadi harapan kami ini juga sudah kami salurkan ke DPRD Provinsi Bali," katanya.
Baca juga: Pertamina tambah stok elpiji di Bali sampai 15 persen
Baca juga: Disdag: Mataram memperoleh kuota tambahan elpiji 3 kilogram
Madrayasa mengatakan dukungan bukan hanya berasal dari wilayahnya saja. Melainkan dari lima Banjar Adat diantaranya Banjar Dukuh Merta Jati, Banjar Sari, Banjar Tengah, Banjar Sekar Kangin, Banjar Suwung Kangin, serta 12 dusun yang sangat mendukung adanya pembangunan Terminal LNG yang menjadi program Pemprov Bali.
"Kami sudah lakukan paruman (rapat) melibatkan seluruh komponen masyarakat. Rentetannya mulai dari tanggal 18 September 2022 hingga paruman terakhir pada 23 April 2023 lalu," katanya.
"Pemasangan baliho dan spanduk ini sebagai wujud nyata dukungan kami terkait program Bapak Gubernur. Dengan dibangunnya terminal LNG ini, harapan kami Bali menjadi mandiri energi bersih," kata Bendesa Adat Sidakarya I Ketut Suka di Denpasar, Rabu.
I Ketut Suka didampingi oleh Perbekel (kepala desa) Sidakarya I Made Madrayasa menyampaikan pihaknya telah memasang sebanyak lima baliho dan 10 spanduk yang ditempatkan di beberapa titik.
Titik pemasangan baliho mulai dari kantor desa (1 baliho), di Jalan Bypass Ngurah Rai (3 baliho), hingga kawasan pantai (1 baliho). Suka berharap dengan adanya dukungan tersebut bisa terdengar hingga ke pemerintah pusat. "Mudah-mudahan lewat tulisan ini aspirasi dan harapan kami rakyat kecil ini bisa didengar oleh para pemimpin. Selama ini pasokan listrik masih bergantung dari Pulau Jawa," ujarnya.
Terkait pentingnya pembangunan terminal LNG itu, Suka menegaskan bahwa kepentingan tersebut bukan hanya untuk desa adatnya saja, melainkan untuk kepentingan Bali yang lebih luas. "Ke depan, dari Sidakarya, Bali bisa mandiri energi. Kami belum memikirkan benefit yang kami dapat jika proyek ini jadi dibangun. Itu urusan yang masih jauh ke belakang," katanya.
Ia mengakui sebelumnya sempat terjadi penolakan terhadap pembangunan Terminal LNG di kawasan pesisir dari beberapa desa adat sekitar, salah satunya Desa Adat Intaran. Tetapi, setelah adanya pertemuan dan harmonisasi, Desa Adat Intaran Sanur turut mendukung. "Kalau yang dipermasalahkan oleh Desa Adat Intaran itu 'kan katanya akan dibangun di kawasan mangrove. Kalau ini tidak," ujarnya.
Perbekel Desa Sidakarya I Made Madrayasa berharap apa yang menjadi harapan masyarakat bisa didengar dan terwujud. "Ini adalah langkah awal. Jikalau tidak ditanggapi, kami siap kerahkan masyarakat lebih besar lagi agar pemerintah pusat bisa mendengar harapan kami. Apa yang menjadi harapan kami ini juga sudah kami salurkan ke DPRD Provinsi Bali," katanya.
Baca juga: Pertamina tambah stok elpiji di Bali sampai 15 persen
Baca juga: Disdag: Mataram memperoleh kuota tambahan elpiji 3 kilogram
Madrayasa mengatakan dukungan bukan hanya berasal dari wilayahnya saja. Melainkan dari lima Banjar Adat diantaranya Banjar Dukuh Merta Jati, Banjar Sari, Banjar Tengah, Banjar Sekar Kangin, Banjar Suwung Kangin, serta 12 dusun yang sangat mendukung adanya pembangunan Terminal LNG yang menjadi program Pemprov Bali.
"Kami sudah lakukan paruman (rapat) melibatkan seluruh komponen masyarakat. Rentetannya mulai dari tanggal 18 September 2022 hingga paruman terakhir pada 23 April 2023 lalu," katanya.
Pewarta : Ni Luh Rhismawati
Editor : I Komang Suparta
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Direktur Karyuliarto klaim kebijakan impor LNG dari AS tidak rugikan negara
23 January 2026 7:45 WIB
Menteri ESDM Bahlil sebut lelang EPC proyek gas Blok Masela ditargetkan tahun 2026
25 October 2025 8:17 WIB
KPK periksa Ahok soal kerugian pengadaan LGN Pertamina Rp5,4 triliun
10 January 2025 19:38 WIB, 2025
Terpopuler - Umum
Lihat Juga
Yayasan Puri Kauhan Ubud umumkan ide karya terbaik kompetisi seni pertunjukan dengan inovasi teknologi
05 September 2025 5:34 WIB
Konferprov PWI Bali 2025 secara aklamasi memilih Dira Arsana sebagai Ketua PWI periode 2025-2029
31 May 2025 7:19 WIB
Sinergi PKT BISA dongkrak produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani Magetan
20 May 2025 18:55 WIB
Pemilik tanah Gnyadnya minta keadilan peralihan tanahnya dipecah jadi 26 sertifikat
03 February 2025 20:22 WIB, 2025
Demplot Pupuk Kaltim di Jombang, hasil padi petani capai 9,2 ton per hektare
04 September 2024 15:31 WIB, 2024
Suara legislator, Reni Astuti sarankan ada peta banjir digital di Surabaya
27 February 2024 8:04 WIB, 2024