Menteri Luar Negeri, Retno P Marsudi, dalam wawancara dengan televisi swasta nasional, Kamis sore, mengatakan, hotline yang disiapkan itu diakses masyarakat.
Keluarga jemaah haji asal Indonesia yang ingin mengetahui informasi terkini dapat menghubungi hotline +966 543603154.
Kementerian
Luar Negeri masih terus mengumpulkan informasi dan mendata bersama-sama
dengan petugas haji Indonesia serta Amirul Hajj Menteri Agama, Lukman
Saifuddin, untuk menilik lebih jauh apakah ada warga negara Indonesia
yang meninggal dalam peristiwa itu.
Sementara itu Kepala Daerah Kerja Haji Mekkah, Arsyad Hidayat, dalam
keterangan pers, di Mekkah, yang disiarkan langsung TVRI, Kamis sore,
mengatakan, peristiwa saling terinjak jemaah haji memang terjadi pada
pagi hari pukul 07.30 waktu setempat.
"Diduga peristiwa ini akibat jemaah yang beribadah jumroh aqobah
tiba-tiba terhenti di jalan itu dan yang di belakang mendorong. Kemudian
orang jatuh jadi korban, kepastian tim di lapangan turun ke tkp dan
kirim ke rumah sakit, banyak korban dievakuasi ke rumah sakit tersebut,"
kata Hidayat.
Ditambahkan dia,"Berdasarkan info tim di lapangan ada satu korban.
Kami sedang identifikasi, korban dari jemaah Indonesia sedang
identifikasi termasuk kloter jemaah."
Dipaparkan dia, lokasi terjadi peristiwa saling injak tersebut
terjadi di Jalan 204 dan jalan itu bukan jalur yang biasa digunakan
jemaah haji Indonesia.
"Jalan 204 ini jalan yang tidak biasa digunakan jemaah Indonesia
jalan yang biasa digunakan adalah jalan King Fadh," katanya.
Ia mengatakan saat ini masih dilakukan penyisiran dan pendataan dan identifikasi oleh tim dari Indonesia.