Bima tuan rumah kemah Komunitas Adat Terpencil
Selasa, 5 April 2016 16:09 WIB
Ilustrasi - warga Komunitas Adat Terpencil di Kalimantan Selatan. (Antara News) (1)
Bima (Antara NTB) - Pemerintah Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat, mendapat kehormatan menjadi tuan rumah penyelenggaraan Kemah Bakti Sosial Nasional Komunitas Adat Terpencil (KAT) yang akan berlangsung 10-14 Mei 2016.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bima H Muhammad Rusydi, mengatakan kemah bakti yang akan diikuti 22 dari 34 provinsi di Indonesia tersebut akan dipusatkan di Dusun Mporiwau, Desa Buncu, Kecamatan Sape, Kabupaten Bima, atau wilayah ujung timur Nusa Tenggara Barat (NTB).
"Desa Buncu dipilih sebagai pusat kegiatan karena tingginya partisipasi masyarakat merealisasikan program KAT, di samping daerah tersebut memiliki panorama alam yang bagus," katanya.
Pemerintah Kabupaten Bima, kata dia, sudah mulai mempersiapkan diri menjadi tuan rumah dan berkoordinasi dengan Kementerian Sosial dan Pemerintah Provinsi NTB, demi suksesnya kegiatan berskala nasional tersebut.
Bahkan, Direktur Pemberdayaan Komunitas Adat Terpencil, Kementerian Sosial Hasbullah, juga sudah mengadakan pertemuan dengan Bupati Bima Hj Indah Dhamayanti Putri, pada 30 Maret 2016, untuk memastikan berbagai persiapan yang sudah dilakukan.
Pada pertemuan tersebut, kata dia, Direktur Pemberdayaan Komunitas Adat Terpencil Kementerian Sosial Hasbullah, memberikan penjelasan tentang tujuan Kemah Bakti Sosial Nasional KAT sebagai rangkaian dari tahapan kegiatan pemberdayaan yang berkelanjutan dan sebagai salah satu upaya untuk lebih memperisapkan masyarakat yang akan diberdayakan.
Melalui perkemahan tercebut diharapkan akan tercipta interaksi dan pertukaran informasi, pengetahuan dan pengalaman peserta dengan warga KAT yang telah diberdayakan.
Kementerian Sosial juga menginginkan kegiatan tersebut akan bisa mewujudkan pemahaman warga KAT tentang program pemberdayaan serta tumbuh kembangnya motivasi warga KAT yang akan diberdayakan, sehingga mereka memiliki kesiapan untuk berkembang dan mandiri.
"KAT di Bima, dinilai sudah mampu memberikan perubahan ke arah yang lebih maju, dibandingkan KAT dari provinsi lain, itu bisa dilihat di masing-masing rumah telah memiliki jamban. Itu bentuk motivasi warga KAT di Bima," ujar Rusydi.
Kementerian Sosial mendorong provinsi lain yang menjadi peserta Kemah Bakti Sosial Nasional KAT 2016, untuk belajar kemudian meniru perubahan positif yang dilakukan oleh warga KAT di Bima.
Sementara bagi Kabupaten Bima yang mampu memberdayakan warga KAT diharapkan terus membangun citra daerahnya menjadi lebih baik, tidak seperti yang banyak digambarkan dalam pemberitaan media.
"Kementerian Sosial menginginkan agar kegiatan perkemahan itu menjadi bukti bahwa masyarakat Bima mampu menunjukkan keramahan sikap baik, dan itu menjadi jawaban atas kepercayaan yang luar biasa dari Kementerian Sosial," ucap Rusydi mengulang kata Direktur Pemberdayaan Komunitas Adat Terpencil Kementerian Sosial Hasbullah. (*)
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bima H Muhammad Rusydi, mengatakan kemah bakti yang akan diikuti 22 dari 34 provinsi di Indonesia tersebut akan dipusatkan di Dusun Mporiwau, Desa Buncu, Kecamatan Sape, Kabupaten Bima, atau wilayah ujung timur Nusa Tenggara Barat (NTB).
"Desa Buncu dipilih sebagai pusat kegiatan karena tingginya partisipasi masyarakat merealisasikan program KAT, di samping daerah tersebut memiliki panorama alam yang bagus," katanya.
Pemerintah Kabupaten Bima, kata dia, sudah mulai mempersiapkan diri menjadi tuan rumah dan berkoordinasi dengan Kementerian Sosial dan Pemerintah Provinsi NTB, demi suksesnya kegiatan berskala nasional tersebut.
Bahkan, Direktur Pemberdayaan Komunitas Adat Terpencil, Kementerian Sosial Hasbullah, juga sudah mengadakan pertemuan dengan Bupati Bima Hj Indah Dhamayanti Putri, pada 30 Maret 2016, untuk memastikan berbagai persiapan yang sudah dilakukan.
Pada pertemuan tersebut, kata dia, Direktur Pemberdayaan Komunitas Adat Terpencil Kementerian Sosial Hasbullah, memberikan penjelasan tentang tujuan Kemah Bakti Sosial Nasional KAT sebagai rangkaian dari tahapan kegiatan pemberdayaan yang berkelanjutan dan sebagai salah satu upaya untuk lebih memperisapkan masyarakat yang akan diberdayakan.
Melalui perkemahan tercebut diharapkan akan tercipta interaksi dan pertukaran informasi, pengetahuan dan pengalaman peserta dengan warga KAT yang telah diberdayakan.
Kementerian Sosial juga menginginkan kegiatan tersebut akan bisa mewujudkan pemahaman warga KAT tentang program pemberdayaan serta tumbuh kembangnya motivasi warga KAT yang akan diberdayakan, sehingga mereka memiliki kesiapan untuk berkembang dan mandiri.
"KAT di Bima, dinilai sudah mampu memberikan perubahan ke arah yang lebih maju, dibandingkan KAT dari provinsi lain, itu bisa dilihat di masing-masing rumah telah memiliki jamban. Itu bentuk motivasi warga KAT di Bima," ujar Rusydi.
Kementerian Sosial mendorong provinsi lain yang menjadi peserta Kemah Bakti Sosial Nasional KAT 2016, untuk belajar kemudian meniru perubahan positif yang dilakukan oleh warga KAT di Bima.
Sementara bagi Kabupaten Bima yang mampu memberdayakan warga KAT diharapkan terus membangun citra daerahnya menjadi lebih baik, tidak seperti yang banyak digambarkan dalam pemberitaan media.
"Kementerian Sosial menginginkan agar kegiatan perkemahan itu menjadi bukti bahwa masyarakat Bima mampu menunjukkan keramahan sikap baik, dan itu menjadi jawaban atas kepercayaan yang luar biasa dari Kementerian Sosial," ucap Rusydi mengulang kata Direktur Pemberdayaan Komunitas Adat Terpencil Kementerian Sosial Hasbullah. (*)
Pewarta :
Editor : Awaludin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Majelis Adat Sasak Lombok usung paradigma baru yang inklusif dan egaliter
09 December 2025 17:03 WIB
Terpopuler - Umum
Lihat Juga
Yayasan Puri Kauhan Ubud umumkan ide karya terbaik kompetisi seni pertunjukan dengan inovasi teknologi
05 September 2025 5:34 WIB
Konferprov PWI Bali 2025 secara aklamasi memilih Dira Arsana sebagai Ketua PWI periode 2025-2029
31 May 2025 7:19 WIB
Sinergi PKT BISA dongkrak produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani Magetan
20 May 2025 18:55 WIB
Pemilik tanah Gnyadnya minta keadilan peralihan tanahnya dipecah jadi 26 sertifikat
03 February 2025 20:22 WIB, 2025
Demplot Pupuk Kaltim di Jombang, hasil padi petani capai 9,2 ton per hektare
04 September 2024 15:31 WIB, 2024
Suara legislator, Reni Astuti sarankan ada peta banjir digital di Surabaya
27 February 2024 8:04 WIB, 2024