Dua aliran sungai di lingkar KEK Mandalika NTB dinormalisasi
Minggu, 5 November 2023 6:01 WIB
Wakil Bupati Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi NTB, HM Nursiah (ANTARA/Akhyar Rosidi)
Praya, Lombok Tengah (ANTARA) - Dua aliran sungai, yakni Sungai Ngolang dan Soker di lingkar Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), segera dinormalisasi untuk mengantisipasi terjadinya banjir pada musim hujan akhir 2023.
"Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya banjir saat musim hujan," kata Wakil Bupati Lombok Tengah, HM Nursiah di Praya, Sabtu.
Ia mengatakan, kondisi musim kemarau ini cukup ditunjukkan dengan kondisi kedua sungai tersebut, sehingga dibutuhkan penanganan atau kolaborasi bersama semua pihak, agar tidak terjadi banjir di sekitar sungai tersebut. "Kondisi sungai saat ini butuh penanganan," katanya.
Selain itu, warga juga diharapkan bisa menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah di sungai, karena menjaga kebersihan sungai tersebut tidak hanya tugas dari pemerintah. "Artinya partisipasi masyarakat sangat dibutuhkan, agar tidak terjadi banjir saat musim hujan," katanya.
Persoalan kondisi sungai di lingkar KEK Mandalika tersebut telah didiskusikan dengan harapan untuk mencari solusi, agar ke depannya tidak terjadi banjir. "Penanganan sungai itu ditangani semua pihak atau kolaborasi pemerintah dengan masyarakat," katanya.
Ia mengatakan, pemerintah daerah bersama Balai Wilayah Sungai (BWS) akan kembali menggelar rapat koordinasi secara teknis untuk normalisasi sungai tersebut. "Kita akan adakan rapat kembali untuk membahas normalisasi sungai tersebut," katanya.
Baca juga: Bantul kembangkan wisata kano di aliran Sungai Winongo
Baca juga: Pengelola wisata waspada aliran sungai saat curah hujan tinggi
Pada musim hujan 2022, sejumlah Dusun di Desa Kuta, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah atau di lingkar Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika diterjang banjir, akibat adanya sampah yang menutupi aliran sungai. Namun, banjir yang terjadi tidak terlalu lama, setelah hujan berhenti dan sampah dibersihkan, genangan air mulai surut.
"Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya banjir saat musim hujan," kata Wakil Bupati Lombok Tengah, HM Nursiah di Praya, Sabtu.
Ia mengatakan, kondisi musim kemarau ini cukup ditunjukkan dengan kondisi kedua sungai tersebut, sehingga dibutuhkan penanganan atau kolaborasi bersama semua pihak, agar tidak terjadi banjir di sekitar sungai tersebut. "Kondisi sungai saat ini butuh penanganan," katanya.
Selain itu, warga juga diharapkan bisa menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah di sungai, karena menjaga kebersihan sungai tersebut tidak hanya tugas dari pemerintah. "Artinya partisipasi masyarakat sangat dibutuhkan, agar tidak terjadi banjir saat musim hujan," katanya.
Persoalan kondisi sungai di lingkar KEK Mandalika tersebut telah didiskusikan dengan harapan untuk mencari solusi, agar ke depannya tidak terjadi banjir. "Penanganan sungai itu ditangani semua pihak atau kolaborasi pemerintah dengan masyarakat," katanya.
Ia mengatakan, pemerintah daerah bersama Balai Wilayah Sungai (BWS) akan kembali menggelar rapat koordinasi secara teknis untuk normalisasi sungai tersebut. "Kita akan adakan rapat kembali untuk membahas normalisasi sungai tersebut," katanya.
Baca juga: Bantul kembangkan wisata kano di aliran Sungai Winongo
Baca juga: Pengelola wisata waspada aliran sungai saat curah hujan tinggi
Pada musim hujan 2022, sejumlah Dusun di Desa Kuta, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah atau di lingkar Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika diterjang banjir, akibat adanya sampah yang menutupi aliran sungai. Namun, banjir yang terjadi tidak terlalu lama, setelah hujan berhenti dan sampah dibersihkan, genangan air mulai surut.
Pewarta : Akhyar Rosidi
Editor : I Komang Suparta
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
KEK Mandalika makin menggoda investor, ITDC tawarkan insentif 'all-in' berkelas dunia
29 March 2026 20:58 WIB
GM Pullman Lombok Mandalika Budi Wahjono masuk top 100 hotel general managers
16 February 2026 17:13 WIB
Terpopuler - Kesra
Lihat Juga
RSUD Manggelewa-Jasa Raharja perkuat layanan responsif dan terpadu pasien lakalantas
13 May 2026 7:45 WIB