Mataram, NTB (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mulai mendorong diversifikasi investasi dengan menawarkan sektor nontambang mulai dari perikanan, peternakan, pariwisata, hingga energi terbarukan kepada calon investor.
"NTB merupakan daerah yang sangat strategis untuk investasi, didukung oleh infrastruktur yang memadai seperti bandara dan pelabuhan yang saling terhubung di seluruh wilayah," kata Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) NTB Irnadi Kusuma dalam keterangan di Mataram, NTB, Kamis.
Irnadi memaparkan NTB sebagai salah satu daerah penghasil sapi dengan kualitas daging yang unggul dan kompetitif di Indonesia.
Sedangkan, sektor perikanan memiliki banyak komoditas unggul berupa udang vaname, tuna, cakalang, rumput laut hingga garam yang potensial untuk dikembangkan melalui industri pengolahan.
"Di sektor pariwisata, NTB mencatat kontribusi signifikan dengan nilai mencapai Rp5,96 triliun pada 2025," ucap Irnadi.
Ia mengatakan sejumlah destinasi unggulan seperti Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Gili Tramena, wisata hiu paus, hingga Gunung Rinjani selalu menjadi magnet bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.
Lapangan usaha energi terbarukan juga menjadi prioritas pengembangan seiring dengan menipisnya cadangan bahan bakar fosil.
Suplai batu bara dari Kalimantan yang tidak stabil berdampak terhadap operasional beberapa pembangkit listrik, seperti PLTU Jeranjang di Lombok Barat.
Pembangkit listrik termal tersebut harus menurunkan kapasitas akibat keterbatasan pasokan batubara.
Baca juga: GT Wolrd Challenge Asia perkuat investasi di Sirkuit Mandalika
"Pengembangan energi baru terbarukan diharapkan mampu mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan," ujar Irnadi.
Pada 6 Mei 2026, DPMPTSP NTB melakukan pertemuan dengan investor asal Bulgaria sebagai langkah awal dalam membuka peluang kerja sama investasi yang lebih luas serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.
Sementara itu, investor asal Bulgaria, Daniel Dobrev tertarik dengan sejumlah potensi yang dimiliki oleh Nusa Tenggara Barat, terutama sektor perikanan.
"Saya tertarik pada pengembangan produk tuna secara menyeluruh, tidak hanya daging, tetapi juga berbagai produk olahan lainnya," kata dia.
Baca juga: Kejari Lombok Tengah membentuk satgas percepatan investasi
Daniel mengungkapkan rencana untuk mengajak rekan-rekannya berinvestasi dalam industri pengolahan tuna di Nusa Tenggara Barat.
Ia menjadwalkan untuk meninjau langsung lokasi peternakan sapi serta mengunjungi perusahaan perikanan untuk melihat potensi pengolahan tuna.
Pertemuan DPMPTSP NTB bersama investor Bulgaria tersebut mengawali rencana kedatangan Duta Besar Bulgaria untuk mengunjungi beberapa lokasi investasi seperti Labuhan Haji di Lombok Timur pada Juni 2026.
Pewarta : Sugiharto Purnama
Editor:
I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026