DPMPTSP ungkap peluang investasi sektor perikanan di NTB

id dpmptsp ntb,nusa tenggara barat,hilirisasi perikanan,produksi ikan ntb,wpp 573,wpp 713

DPMPTSP ungkap peluang investasi sektor perikanan di NTB

Arsip - Seorang nelayan sedang mencari ikan menggunakan perahu tradisional pada perairan Sekotong yang terletak di Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, Rabu (23/7/2025). ANTARA/Sugiharto Purnama

Mataram (ANTARA) - Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mengungkap peluang investasi perikanan yang bisa digarap agar sektor tambang tidak lagi mendominasi komposisi investasi secara keseluruhan di daerah tersebut.

Kepala DPMPTSP NTB Irnadi Kusuma mengatakan mitra pemodal, seperti Pemerintah Kanada punya ketertarikan untuk menanamkan modal dalam bidang hilirisasi perikanan di wilayah NTB.

"Kami berharap kerja sama pemerintah Kanada dengan NTB terealisasi, terutama sektor hilirisasi perikanan dan investasi non tambang," ujar dia di Mataram, Senin.

Irnadi mengatakan berbagai sektor lapangan usaha di luar tambang terkhusus perikanan punya potensi besar untuk dikembangkan secara berkelanjutan di wilayah Nusa Tenggara Barat.

Baca juga: Pemprov NTB tawarkan potensi investasi strategis kepada Kanada

Ia menegaskan DPMPTSP NTB siap mengawal seluruh proses kerja sama dari mulai aspek perizinan, pendampingan, hingga fasilitasi kemitraan antara investor dengan pelaku usaha dan UMKM lokal.

"Ini sejalan dengan arah kebijakan Gubernur NTB bahwa investasi harus memberi nilai tambah bagi masyarakat, membuka lapangan kerja, serta memperkuat UMKM," kata Irnadi.

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa investasi yang masuk ke sektor perikanan dapat berdampak langsung terhadap struktur ekonomi daerah yang selama ini masih bertumpu terhadap lapangan usaha pertambangan.

Baca juga: Investasi di NTB ditargetkan capai Rp68 triliun di 2026

NTB sebagai provinsi maritim yang memiliki 403 pulau, imbuh Irnadi, punya kekuatan bidang perikanan mengingat daerah ini berada dalam cakupan dua Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP) nasional, yakni WPP 573 dan WPP 713.

Di bagian selatan, NTB berhadapan langsung dengan Samudera Hindia yang masuk ke dalam zona WPP 573. Sedangkan, perairan bagian utara NTB masuk ke dalam zona WPP 713.

Pada 2024, Nusa Tenggara Barat memproduksi udang vaname sebanyak 198.639 ton, rumput laut sebanyak 704.810 ton, ikan tuna 6.141 ton, ikan cakalang 14.768 ton, dan ikan tongkol mencapai 24.331 ton.

NTB tidak hanya memiliki potensi dari sisi produksi melainkan juga infrastruktur pelabuhan strategis meliputi pelabuhan Teluk Awang, Labuhan Lombok, Tanjung Luar, Sape, Teluk Santong, dan Soroadu yang menjadi pintu masuk pengembangan ekonomi biru dan hilirisasi hasil laut.

Baca juga: DPRD NTB tetapkan Perda Perizinan Berusaha dorong investasi
Baca juga: DPMPTSP NTB luruskan anggapan isi data pengaruhi pajak

Pewarta :
Editor: Abdul Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.