PDIP Rangkul NU, Muhammadiyah Bicarakan Cagub DKI
Rabu, 11 Mei 2016 7:09 WIB
Mataram (Antara NTB) - Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengungkapkan PDIP melakukan komunikasi dan dialog dengan berbagai pihak, termasuk Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah untuk menjaring calon gubernur DKI Jakarta.
"Dialog-dialog secara instens terus kami lakukan, termasuk dengan NU dan Muhammadiyah. Karena kita tahu mereka merupakan organisasi yang berkeringat membentuk negeri ini bersama PDIP," kata kata Hasto Kristiyanto seusai membuka Rapat Kerja DPD PDIP se-Nusa Tenggara Barat di Mataram, Selasa.
Ia menjelaskan, dalam menjaring calon pemimpin, terlebih lagi DKI Jakarta, PDIP sangat terbuka menerima masukan dari siapapun baik dari partai politik (parpol) maupun organisasi lain, seperti NU dan Muhammadiyah. Hal ini dilakukan untuk mencari pemimpin atau kepala daerah yang bagus.
"Kami sangat menerima masukan dari organisasi keagamaan terbesar itu," ujarnya.
Untuk itu, kata dia, PDIP menghadapi pilkada DKI, pihaknya menggunakan sistem "jemput bola".
Sementara itu ditanya peluang Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, Hasto mengakui masih terbuka ruang bagi Tri Rismaharini untuk bisa diusung menjadi calon Gubernur DKI Jakarta menantang petahana Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.
"Ibu kota sebagai kebangaan kita. Tentu saja PDIP akan membuka diri terhadap hadirnya pemimpin terbaik utuk membangun DKI. Tentu saja setiap pemimpin yang memiliki karakter karena keberpihakan kepada `wong cilik`," katanya.
Namun demikian, meski berpeluang untuk dicalonkan menjadi cagub DKI, keputusan akhir ada pada Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri. (*)
"Dialog-dialog secara instens terus kami lakukan, termasuk dengan NU dan Muhammadiyah. Karena kita tahu mereka merupakan organisasi yang berkeringat membentuk negeri ini bersama PDIP," kata kata Hasto Kristiyanto seusai membuka Rapat Kerja DPD PDIP se-Nusa Tenggara Barat di Mataram, Selasa.
Ia menjelaskan, dalam menjaring calon pemimpin, terlebih lagi DKI Jakarta, PDIP sangat terbuka menerima masukan dari siapapun baik dari partai politik (parpol) maupun organisasi lain, seperti NU dan Muhammadiyah. Hal ini dilakukan untuk mencari pemimpin atau kepala daerah yang bagus.
"Kami sangat menerima masukan dari organisasi keagamaan terbesar itu," ujarnya.
Untuk itu, kata dia, PDIP menghadapi pilkada DKI, pihaknya menggunakan sistem "jemput bola".
Sementara itu ditanya peluang Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, Hasto mengakui masih terbuka ruang bagi Tri Rismaharini untuk bisa diusung menjadi calon Gubernur DKI Jakarta menantang petahana Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.
"Ibu kota sebagai kebangaan kita. Tentu saja PDIP akan membuka diri terhadap hadirnya pemimpin terbaik utuk membangun DKI. Tentu saja setiap pemimpin yang memiliki karakter karena keberpihakan kepada `wong cilik`," katanya.
Namun demikian, meski berpeluang untuk dicalonkan menjadi cagub DKI, keputusan akhir ada pada Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri. (*)
Pewarta :
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pertemuan hangat Megawati-Putra Mahkota Abu Dhabi, Bung Karno jadi topik utama
05 February 2026 18:56 WIB
Megawati: Perempuan bisa sukses di karier dan keluarga, jangan terjebak dilema
04 February 2026 7:26 WIB
Terpopuler - Polhukam
Lihat Juga
Inspektorat Situbondo Jatim menyerahkan dokumen dana desa ke kejaksaan
05 January 2024 5:20 WIB, 2024
Pengamat menyesalkan TNI AD tak koordinasi ke polisi terkait relawan Ganjar
05 January 2024 5:17 WIB, 2024
Polres Sukabumi Jabar menangkap pemuda penganiaya perempuan di bawah umur
05 January 2024 5:08 WIB, 2024
Saksi sidang korupsi Poltekkes Mataram mengungkap ada barang tak berguna
04 January 2024 17:48 WIB, 2024