Jakarta (ANTARA) -
Produsen kebaya Hilmanita hadirkan beragam model kebaya Encim khas Jakarta yang menampilkan bordiran dan payet yang menampilkan kesan mewah.
 
"Bordirannya kita khas banget, dia nyambung tidak misah-misah," ucap Eni saat ditemui di bazar Gernas BBI di Jakarta, Sabtu.
 
Kebaya Encim Hilmanita menawarkan kebaya Encim dengan khas bordiran yang rapat dan membentuk tubuh. Selain itu, Hilmanita juga mengaplikasikan payet pada koleksi roknya untuk menambah kesan mewah.
 
Proses pembuatan kebaya Encim dikatakan Eni cukup lama, yakni untuk satu kain bisa memakan waktu satu sampai dua bulan, tergantung dari motif dan pesanan pelanggan.


 
Model kebaya Encim yang ditawarkan ada beragam warna seperti hitam, merah, dan biru dengan pilihan lengan panjang maupun lengan pendek.
 
Tidak hanya kebaya, Hilmanita juga menjual beragam produk kain rok dengan motif batik tulis yang dibuat di Cianjur, Jawa Barat. Untuk menarik minat pembeli, Hilmanita juga tetap mengikuti tren yang sedang ramai di pasaran.
  Koleksi busana kebaya Encim dari Hilmanita di bazar Gernas BBI, Kota Tua Jakarta, Sabtu (18/11/2023) (ANTARA/Fitra Ashari)
 
"Kita ikutin model sama kemauan pelanggan yang lagi tren apa di tahun ini jadi seperti kalau warna trennya merah, krem, salem," kata Eni.
 
Untuk kebaya Encim dengan bahan premium Hilmanita mematok harga sekitar Rp 1,5 juta untuk kain meteran dan baju siap pakai sekitar Rp 1,9 juta. Sedangkan untuk rok berbahan katun dan viscose ditawarkan mulai harga 700 ribu rupiah.
 
Omset yang dihasilkan dari penjualan kebaya Encim Hilmanita juga cukup menarik yakni mencapai Rp 60 juta perbulan.

Baca juga: Anggota DPR Roro Esti mendukung tenun Lamongan di ajang fasyen IN2MF 2023
Baca juga: Perajin tenun Tanah Datar Sumbar dibekali manajemen mutu
 
"Kurang lebih 60 juta rupiah untuk 5-20 potong. Biasanya pembeli beli kain langsung jadi," kata Eni.
 
Pembeli bisa mendapatkan koleksi kebaya Encim Hilmanita di departemen store Sogo dan butik Hilmanita di daerah Matraman Jakarta Timur.



 
 

Pewarta : Fitra Ashari
Editor : I Komang Suparta
Copyright © ANTARA 2024