Rest area pintu masuk Kota Mataram bagian timur siap dibangun
Kamis, 4 Januari 2024 15:49 WIB
Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana. (ANTARA/Nirkomala)
Mataram (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), segera menyiapkan DED (Detail Engineering Design) atau rancang bangun rinci untuk pembangunan rest area atau tempat peristirahatan sementara di pintu masuk kota bagian timur.
"DED ini merupakan perangkat lunak yang jadi acuan kami untuk bisa tahu kebutuhan anggaran sesuai konsep yang kami inginkan," kata Wali Kota Mataram Mohan Roliskana di Mataram, Kamis.
Ia mengatakan DED tersebut akan dibuat oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, dalam hal ini Dinas Lingkungan Hidup (DLH) atau Dinas Perumahan dan Kawasan Perkotaan (Disperkim).
Baca juga: Pemkot membebaskan lahan area istirahat 1.000 m2 di Pintu Masuk Mataram
Rest area, kata dia, rencananya dibangun seperti taman kota dan dilengkapi dengan fasilitas pendukung, seperti tempat bermain anak, lapak Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), serta tempat interaksi.
Menurutnya, untuk pembangunan rest area itu telah disiapkan lahan sekitar 1.000 meter persegi dan diprediksi membutuhkan anggaran cukup besar.
Apalagi, lanjutnya, dengan kondisi geografi lahan rest area yang ada itu cekung, sehingga membutuhkan pengurukan agar bisa rata dengan jalan utama.
"Jadi kemungkinan untuk pembangunan fisik, kami coba usulkan bantuan ke pemerintah pusat tahun ini juga. Besaran kebutuhan anggaran baru kami tahu setelah DED selesai," katanya.
Baca juga: Pemkot akan menyiapkan "rest area" di pintu masuk bagian timur Mataram
Wali kota menilai lokasi pembangunan rest area ini sangat strategis karena berada di jalan utama yang menghubungkan Kota Mataram dengan kabupaten/kota lainnya di daerah ini.
Dengan demikian areal tersebut sangat cocok menjadi rest area sekaligus sebagai pusat rekreasi sehingga dapat menghidupkan ekonomi masyarakat sekitar.
"Jika rest area ini terbangun, kami yakin kawasan itu bisa berkembang dan menghidupkan ekonomi warga di sekitarnya," kata Mohan Roliskana.
Selain akan membangun rest area, tambah wali kota, juga akan dilakukan penataan ulang terhadap gapura pintu masuk kota bagian timur agar bisa terintegrasi.
"Untuk gapura ini konsepnya tetap kearifan lokal, berbentuk lumbung di bagian kiri dan kanan. Jadi tidak membentang jalan," katanya.
Pembangunan gapura itu, lanjutnya, akan dikerjakan oleh pihak ketiga yang saat ini sedang menyiapkan desainnya.
"Pembangunan fisik, Insya Allah dimulai pada triwulan pertama dan pihak ketiga ini sudah siap," katanya.
Baca juga: Pemkot Mataram segera bangun "rest area"
Baca juga: Pemkot akan menyiapkan "rest area" di pintu masuk bagian timur Mataram
"DED ini merupakan perangkat lunak yang jadi acuan kami untuk bisa tahu kebutuhan anggaran sesuai konsep yang kami inginkan," kata Wali Kota Mataram Mohan Roliskana di Mataram, Kamis.
Ia mengatakan DED tersebut akan dibuat oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, dalam hal ini Dinas Lingkungan Hidup (DLH) atau Dinas Perumahan dan Kawasan Perkotaan (Disperkim).
Baca juga: Pemkot membebaskan lahan area istirahat 1.000 m2 di Pintu Masuk Mataram
Rest area, kata dia, rencananya dibangun seperti taman kota dan dilengkapi dengan fasilitas pendukung, seperti tempat bermain anak, lapak Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), serta tempat interaksi.
Menurutnya, untuk pembangunan rest area itu telah disiapkan lahan sekitar 1.000 meter persegi dan diprediksi membutuhkan anggaran cukup besar.
Apalagi, lanjutnya, dengan kondisi geografi lahan rest area yang ada itu cekung, sehingga membutuhkan pengurukan agar bisa rata dengan jalan utama.
"Jadi kemungkinan untuk pembangunan fisik, kami coba usulkan bantuan ke pemerintah pusat tahun ini juga. Besaran kebutuhan anggaran baru kami tahu setelah DED selesai," katanya.
Baca juga: Pemkot akan menyiapkan "rest area" di pintu masuk bagian timur Mataram
Wali kota menilai lokasi pembangunan rest area ini sangat strategis karena berada di jalan utama yang menghubungkan Kota Mataram dengan kabupaten/kota lainnya di daerah ini.
Dengan demikian areal tersebut sangat cocok menjadi rest area sekaligus sebagai pusat rekreasi sehingga dapat menghidupkan ekonomi masyarakat sekitar.
"Jika rest area ini terbangun, kami yakin kawasan itu bisa berkembang dan menghidupkan ekonomi warga di sekitarnya," kata Mohan Roliskana.
Selain akan membangun rest area, tambah wali kota, juga akan dilakukan penataan ulang terhadap gapura pintu masuk kota bagian timur agar bisa terintegrasi.
"Untuk gapura ini konsepnya tetap kearifan lokal, berbentuk lumbung di bagian kiri dan kanan. Jadi tidak membentang jalan," katanya.
Pembangunan gapura itu, lanjutnya, akan dikerjakan oleh pihak ketiga yang saat ini sedang menyiapkan desainnya.
"Pembangunan fisik, Insya Allah dimulai pada triwulan pertama dan pihak ketiga ini sudah siap," katanya.
Baca juga: Pemkot Mataram segera bangun "rest area"
Baca juga: Pemkot akan menyiapkan "rest area" di pintu masuk bagian timur Mataram
Pewarta : Nirkomala
Editor : Abdul Hakim
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Lingkungan
Lihat Juga
FKIJK NTB dan MIM Foundation salurkan genset bagi penyintas banjir di Aceh
02 January 2026 15:01 WIB
Gunung Semeru hari ini alami 16 kali erupsi, tinggi letusan capai 1.100 meter
03 December 2025 10:28 WIB
Sembilan orang terseret banjir bandang di Agam, Sumatera Barat masih dalam pencarian
28 November 2025 13:35 WIB
BMKG prediksikan puncak musim hujan di Sulteng September hingga April 2026
16 September 2025 15:52 WIB