BPSPL Denpasar Menata Ribuan Karang Sitaan
Minggu, 12 Maret 2017 19:00 WIB
ilustrasi - Proses transpalantasi karang. (Foto ANTARA Bali)
Mataram (Antara NTB) - Balai Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut Denpasar, Wilayah Kerja Nusa Tenggara Barat, memantau dan menata 1.300 karang hasil sitaan yang dilepasliarkan di perairan Gili Goleng, Sekotong, Kabupaten Lombok Barat pada Januari 2017.
Kepala Seksi Pelestarian dan Pendayagunaan BPSPL Denpasar Mudatsir, di Mataram, Sabtu (10/3, mengatakan hasil pengamatan tersebut digunakan untuk menentukan proses penataan yang diperlukan agar karang dapat tumbuh lebih baik.
"Salah satu hal yang masih perlu dilakukan terhadap karang-karang tersebut adalah penataan sedemikian rupa sehingga meningkatkan potensi kelestariannya di masa mendatang," katanya.
Ia mengatakan wilayah perairan Gili Goleng dipilih sebagai lokasi pelepasliaran sekitar 1.300 karang berbagai jenis hasil sitaan Dit Polair Polda NTB, karena merupakan kawasan konservasi.
Pelepasliaran ribuan karang ke alam bebas tersebut dilakukan atas kerja sama berbagai instansi di antaranya Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) NTB, Balai Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu (BKIPM) Kelas II Mataram, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) NTB, dan BPSPL Denpasar Wilayah Kerja NTB.
Mudatsir menambahkan upaya pengamatan terhadap karang-karang yang telah dilepasliarkan dilakukan dengan teknik "snorkeling" atau penyelaman.
Dua orang tim monitoring secara bersama mengamati kondisi karang dan mengambil dokumentasi foto dan video.
"Pengiriman tim monitoring ke Lombok, atas perintah Kepala BPSPL Denpasar Suko Wardono, sesuai tugas pokok dan fungsi lembaga dalam pelestarian sumberdaya pesisir dan laut," ujarnya.
Menurut dia, kondisi karang hasil pelepasliaran secara umum terlihat hidup walaupun dengan posisi yang kurang beraturan. Ada sebagian kecil yang mati karena stres dan tidak mendapatkan posisi yang sesuai untuk pertumbuhannya.
Selanjutnya, tim melakukan penataan dengan menggunakan media transplantasi dari Kelompok Pengawas Masyarakat (Pokwasmas) Deep Blue Sea, berupa rangka besi berbentuk limas dan meja. Media tersebut mampu menampung kurang lebih 500 potongan karang.
"BPSPL Denpasar berharap Pokwasmas Deep Blue Sea, tetap semangat menjaga karang-karang tersebut dan dapat menjadikannya sebagai salah satu titik penyelaman yang dapat menarik lebih banyak wisatawan," kata Mudatsir. (*)
Kepala Seksi Pelestarian dan Pendayagunaan BPSPL Denpasar Mudatsir, di Mataram, Sabtu (10/3, mengatakan hasil pengamatan tersebut digunakan untuk menentukan proses penataan yang diperlukan agar karang dapat tumbuh lebih baik.
"Salah satu hal yang masih perlu dilakukan terhadap karang-karang tersebut adalah penataan sedemikian rupa sehingga meningkatkan potensi kelestariannya di masa mendatang," katanya.
Ia mengatakan wilayah perairan Gili Goleng dipilih sebagai lokasi pelepasliaran sekitar 1.300 karang berbagai jenis hasil sitaan Dit Polair Polda NTB, karena merupakan kawasan konservasi.
Pelepasliaran ribuan karang ke alam bebas tersebut dilakukan atas kerja sama berbagai instansi di antaranya Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) NTB, Balai Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu (BKIPM) Kelas II Mataram, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) NTB, dan BPSPL Denpasar Wilayah Kerja NTB.
Mudatsir menambahkan upaya pengamatan terhadap karang-karang yang telah dilepasliarkan dilakukan dengan teknik "snorkeling" atau penyelaman.
Dua orang tim monitoring secara bersama mengamati kondisi karang dan mengambil dokumentasi foto dan video.
"Pengiriman tim monitoring ke Lombok, atas perintah Kepala BPSPL Denpasar Suko Wardono, sesuai tugas pokok dan fungsi lembaga dalam pelestarian sumberdaya pesisir dan laut," ujarnya.
Menurut dia, kondisi karang hasil pelepasliaran secara umum terlihat hidup walaupun dengan posisi yang kurang beraturan. Ada sebagian kecil yang mati karena stres dan tidak mendapatkan posisi yang sesuai untuk pertumbuhannya.
Selanjutnya, tim melakukan penataan dengan menggunakan media transplantasi dari Kelompok Pengawas Masyarakat (Pokwasmas) Deep Blue Sea, berupa rangka besi berbentuk limas dan meja. Media tersebut mampu menampung kurang lebih 500 potongan karang.
"BPSPL Denpasar berharap Pokwasmas Deep Blue Sea, tetap semangat menjaga karang-karang tersebut dan dapat menjadikannya sebagai salah satu titik penyelaman yang dapat menarik lebih banyak wisatawan," kata Mudatsir. (*)
Pewarta :
Editor : Awaludin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pasien tak perlu jauh berobat, Dompu jalin jejaring kanker dengan RS Prof Ngoerah
05 February 2026 20:18 WIB
Terpopuler - Umum
Lihat Juga
Yayasan Puri Kauhan Ubud umumkan ide karya terbaik kompetisi seni pertunjukan dengan inovasi teknologi
05 September 2025 5:34 WIB
Konferprov PWI Bali 2025 secara aklamasi memilih Dira Arsana sebagai Ketua PWI periode 2025-2029
31 May 2025 7:19 WIB
Sinergi PKT BISA dongkrak produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani Magetan
20 May 2025 18:55 WIB
Pemilik tanah Gnyadnya minta keadilan peralihan tanahnya dipecah jadi 26 sertifikat
03 February 2025 20:22 WIB, 2025
Demplot Pupuk Kaltim di Jombang, hasil padi petani capai 9,2 ton per hektare
04 September 2024 15:31 WIB, 2024
Suara legislator, Reni Astuti sarankan ada peta banjir digital di Surabaya
27 February 2024 8:04 WIB, 2024