Denpasar (ANTARA) - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Nusa Tenggara Barat memperpanjang masa sewa Rumah Singgah Baznas NTB di Jalan Pulau Bacan Nomor 26, Sanglah, Denpasar Barat, Bali, sebagai bentuk penguatan layanan bagi warga NTB yang menjalani pengobatan di RSUP Sanglah Denpasar.
Perpanjangan sewa untuk tiga tahun ke depan itu ditandatangani Ketua Baznas NTB Lalu M. Iqbal Murad bersama pemilik rumah dalam kunjungan kerja sekaligus monitoring dan evaluasi layanan rumah singgah tersebut, Senin.
Kunjungan itu merupakan tindak lanjut atas arahan Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal yang meminta agar pelayanan bagi warga NTB yang tengah menjalani perawatan medis jangka panjang di luar daerah terus dimaksimalkan.
Iqbal Murad mengatakan keberlanjutan rumah singgah menjadi prioritas karena fasilitas tersebut memberi manfaat langsung bagi pasien dan keluarga yang membutuhkan tempat tinggal sementara selama proses pengobatan.
“Rumah singgah ini bukan sekadar tempat tinggal sementara, tetapi ruang harapan bagi masyarakat NTB yang sedang berjuang untuk kesembuhan. Karena manfaatnya nyata, layanan ini harus terus berlanjut,” ujarnya.
Baca juga: BAZNAS NTB menanamkan budaya di kalangan Milenial dan Gen Z
Dalam kunjungan tersebut, jajaran Baznas NTB menyapa dan berdialog langsung dengan pasien serta keluarga pasien asal NTB yang tengah menjalani perawatan di RSUP Sanglah. Mereka menyampaikan bahwa keberadaan rumah singgah sangat membantu, terutama dalam menekan biaya sewa tempat tinggal dan kebutuhan harian selama berada di Denpasar.
Salah seorang orang tua pasien asal Desa Mekarsari, Kecamatan Praya Barat, Lombok Tengah, menyampaikan rasa syukur atas dukungan tersebut. Anaknya tengah menjalani pengobatan tumor di area mata kiri dan membutuhkan kontrol rutin dalam jangka waktu cukup panjang.
Selain itu, terdapat pasien yang telah menempati rumah singgah lebih dari tiga bulan karena harus menjalani perawatan berkelanjutan, termasuk pasien dengan kondisi penyakit jantung bawaan. Baznas NTB juga mendampingi pasien asal Pulau Sumbawa yang menjalani pengobatan lanjutan di rumah sakit tersebut.
Baca juga: BAZNAS NTB resmikan gerai kopi sosial 'Z Coffee' di Unram
Baznas NTB menilai kebutuhan tempat tinggal sementara menjadi salah satu beban terbesar yang dihadapi keluarga pasien, mengingat tingginya biaya sewa kos di Denpasar serta kebutuhan makan dan transportasi selama masa perawatan.
Suasana haru mewarnai kunjungan tersebut ketika Ketua Baznas NTB menyapa keluarga pasien satu per satu dan memberikan dukungan moral. Ia memastikan keluarga pasien dapat menghubungi Baznas NTB apabila menghadapi kendala selama menempati rumah singgah.
Menurut Baznas NTB, layanan rumah singgah merupakan bagian dari program kemanusiaan dan kesehatan yang dibiayai dari pengelolaan dana zakat, infak, dan sedekah. Dana tersebut dikelola secara amanah dan disalurkan kepada mustahik yang membutuhkan, termasuk warga NTB yang menjalani pengobatan di luar daerah.
Baznas NTB menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat layanan berbasis kebutuhan riil masyarakat, khususnya di sektor kesehatan, agar bantuan yang diberikan tidak hanya bersifat materiil, tetapi juga memberikan dukungan sosial dan psikologis bagi penerima manfaat.
Baca juga: Dapat arahan gubernur, BAZNAS NTB benahi rumah singgah di Bali
Baca juga: Baznas salurkan insentif bagi GTT dan PTT di Lombok Timur
Baca juga: Baznas Lombok Timur meningkatkan kesejahteraan UMKM
Pewarta : ANTARA NTB
Editor:
Abdul Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026