Mataram (ANTARA) - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Nusa Tenggara Barat menyiapkan para mustahik sebagai pemasok bahan pangan untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui pemberdayaan zakat produktif.
Ketua Baznas NTB Lalu Muhammad Iqbal Murad mengatakan pihaknya sudah mendapatkan arahan langsung dari Gubernur NTB untuk mengembangkan usaha ayam petelur berbasis rumah tangga.
"Mustahik berbasis rumah tangga diberikan ayam petelur. Nanti kami siapkan ekosistem bisnis supaya tidak hanya menyediakan telur, tetapi juga menjamin distribusi telur berjalan secara berkelanjutan," ujar dia di Mataram, Selasa.
Saat ini usaha peternakan telur di NTB baru mampu memenuhi 30 persen kebutuhan daerah dan sisanya sebanyak 70 persen dipasok dari luar daerah terutama dari Pulau Jawa.
Baca juga: Gubernur NTB: Zakat jangan eksklusif, harus jadi budaya sehari-hari
Baznas NTB memperkuat program pemberdayaan mustahik di sektor pangan, peternakan, sayuran, dan produksi telur agar mampu menyuplai kebutuhan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam Program MBG.
Iqbal menuturkan program MBG membutuhkan pasokan bahan pangan dalam jumlah besar, seperti telur, daging, serta sayur-mayur yang selama ini masih dominan didatangkan dari luar NTB.
Baznas NTB, kata dia, melihat peluang untuk memperkuat produksi dari dalam daerah melalui pemberdayaan para mustahik agar mampu memasok kebutuhan bahan baku pangan secara berkelanjutan.
"Saat yang sama kami sedang melakukan transformasi dari mustahik menjadi muzaki, karena kemampuan mereka menyuplai apa yang dibutuhkan oleh SPPG dalam jumlah yang sangat banyak," ucap Iqbal.
Baca juga: BAZNAS NTB menanamkan budaya di kalangan Milenial dan Gen Z
Lebih lanjut ia menyampaikan penyaluran dana zakat kepada mustahik untuk mendukung program MBG tidak menyalahi aturan karena mustahik termasuk ke dalam delapan golongan yang berhak menerima harta zakat.
Baznas NTB telah menjalankan sejumlah program zakat produktif bekerja sama dengan Baznas RI, salah satunya pengembangan sektor pangan. Program itu melibatkan 50 mustahik dalam mengelola lahan pertanian seluas 50 hektare di Lombok Timur.
Selain itu, Baznas NTB juga menjalankan program pengembangan usaha ternak dengan melibatkan 30 mustahik yang masing-masing menerima dua ekor sapi untuk pengembangbiakan dan penggemukan berbasis kelompok.
Iqbal menuturkan sapi-sapi yang dikembangkan para mustahik bisa untuk menyuplai kebutuhan daging di SPPG.
"Kebutuhan (bahan baku pangan) yang banyak harus didukung dari penyediaan yang banyak pula, salah satunya melalui pemberdayaan (usaha) para mustahik," pungkas Iqbal.
Baca juga: Dapat arahan gubernur, BAZNAS NTB benahi rumah singgah di Bali
Pewarta : Sugiharto Purnama
Editor:
Abdul Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026