Rektor UIN: Fenomena Keberagaman Indonesia Begitu Indah
Selasa, 24 Oktober 2017 8:58 WIB
Rektor Universitas Islam Negeri Mataram Dr H Mutawalli MAg. (ANTARA NTB/Awaludin)
Mataram (Antara NTB) - Rektor Universitas Islam Negeri Mataram Dr H Mutawalli MAg mengatakan era kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla membuat perubahan signifikan terutama fenomena keberagaman umat beragama yang begitu indah.
"Interaksi umat atau komunitas di Indonesia dengan segala keberagamannya sangat luar biasa," kata Mutawalli memberikan penilaian terhadap tiga tahun kepemimpinan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla, di Mataram, Nusa Tenggara Barat.
Ia membandingkan dengan kondisi di negara-negara Timur Tengah, situasinya masih diliputi peperangan, meskipun mayoritas penduduknya muslim.
Kondisi demografi dan keberagaman umat serta suku di Timur Tengah juga tidak sebanyak di Indonesia, namun peperangan belum menunjukkan tanda-tanda berakhir.
"Pemerintahan Jokowi-JK sangat memberikan perhatian kepada kelompok minoritas dan mengajak seluruh umat beragama untuk saling menghargai," ujarnya.
Jokowi-JK, lanjut Mutawalli, juga terus berupaya mengembangkan Islam moderat yang mengamalkan dan menjalankan nilai-nilai Islam atas dasar pola pikir yang lurus dan pertengahan (I`tidal dan wasath).
"Saya acungi jempol, karena itu (Islam moderat) adalah pilihan tepat dengan kondisi keberagaman yang besar dan sesuai dengan ideologi Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945," ucapnya.
Keberagaman Indonesia yang luar biasa, menurut dia, akan semakin kokoh dengan semakin kuatnya pembangunan infrastruktur yang menghubungkan antar-wilayah di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Infrastruktur tersebut berupa jalan, terutama di daerah-daerah 3T (terdepan, terluar dan tertinggal), seperti di Papua, Kalimantan dan beberapa provinsi yang berbatasan dengan negara lain.
Begitu juga di bidang infrastruktur perhubungan laut. Jokowi-JK memprogramkan pembangunan tol laut yang mempermudah akses keluar masuk orang dan barang dari satu provinsi ke provinsi lain dalam rangka menekan biaya distribusi.
"Saya ini orang kampung. Tidak dipungkiri masyarakat sudah tidak susah memenuhi kebutuhannya. Kesejahteraan nelayan juga mulai naik," kata Mutawalli sembari menambahkan Indonesia sudah maju di bawah kepemimpinan Jokowi-JK.
Meskipun ada kemajuan, menurut Mutawalli, tidak ada sebuah kepemimpinan yang sempurna, meskipun harus diakui bahwa sudah ada perubahan yang signifikan di berbagai bidang pada era kepemimpinan Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla.
"Tentunya kekurangan tersebut harus ditutupi dengan dukungan seluruh rakyat Indonesia demi mewujudkan NKRI yang maju, berdaulat, adil dan makmur," katanya. (*)
"Interaksi umat atau komunitas di Indonesia dengan segala keberagamannya sangat luar biasa," kata Mutawalli memberikan penilaian terhadap tiga tahun kepemimpinan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla, di Mataram, Nusa Tenggara Barat.
Ia membandingkan dengan kondisi di negara-negara Timur Tengah, situasinya masih diliputi peperangan, meskipun mayoritas penduduknya muslim.
Kondisi demografi dan keberagaman umat serta suku di Timur Tengah juga tidak sebanyak di Indonesia, namun peperangan belum menunjukkan tanda-tanda berakhir.
"Pemerintahan Jokowi-JK sangat memberikan perhatian kepada kelompok minoritas dan mengajak seluruh umat beragama untuk saling menghargai," ujarnya.
Jokowi-JK, lanjut Mutawalli, juga terus berupaya mengembangkan Islam moderat yang mengamalkan dan menjalankan nilai-nilai Islam atas dasar pola pikir yang lurus dan pertengahan (I`tidal dan wasath).
"Saya acungi jempol, karena itu (Islam moderat) adalah pilihan tepat dengan kondisi keberagaman yang besar dan sesuai dengan ideologi Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945," ucapnya.
Keberagaman Indonesia yang luar biasa, menurut dia, akan semakin kokoh dengan semakin kuatnya pembangunan infrastruktur yang menghubungkan antar-wilayah di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Infrastruktur tersebut berupa jalan, terutama di daerah-daerah 3T (terdepan, terluar dan tertinggal), seperti di Papua, Kalimantan dan beberapa provinsi yang berbatasan dengan negara lain.
Begitu juga di bidang infrastruktur perhubungan laut. Jokowi-JK memprogramkan pembangunan tol laut yang mempermudah akses keluar masuk orang dan barang dari satu provinsi ke provinsi lain dalam rangka menekan biaya distribusi.
"Saya ini orang kampung. Tidak dipungkiri masyarakat sudah tidak susah memenuhi kebutuhannya. Kesejahteraan nelayan juga mulai naik," kata Mutawalli sembari menambahkan Indonesia sudah maju di bawah kepemimpinan Jokowi-JK.
Meskipun ada kemajuan, menurut Mutawalli, tidak ada sebuah kepemimpinan yang sempurna, meskipun harus diakui bahwa sudah ada perubahan yang signifikan di berbagai bidang pada era kepemimpinan Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla.
"Tentunya kekurangan tersebut harus ditutupi dengan dukungan seluruh rakyat Indonesia demi mewujudkan NKRI yang maju, berdaulat, adil dan makmur," katanya. (*)
Pewarta :
Editor : Awaludin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Bank NTB Syariah dan UIN Mataram kolaborasi kelola keuangan berbasis syariah
25 February 2026 14:15 WIB
Raih hadiah Rinjani Color Run 3, Mahasiswa UIN Mataram akhirnya berangkat umrah
03 February 2026 10:43 WIB
Dosen di Mataram dituntut 10 tahun terkait perkara asusila sejumlah mahasiswi
22 January 2026 17:46 WIB
Terpopuler - Umum
Lihat Juga
Yayasan Puri Kauhan Ubud umumkan ide karya terbaik kompetisi seni pertunjukan dengan inovasi teknologi
05 September 2025 5:34 WIB
Konferprov PWI Bali 2025 secara aklamasi memilih Dira Arsana sebagai Ketua PWI periode 2025-2029
31 May 2025 7:19 WIB
Sinergi PKT BISA dongkrak produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani Magetan
20 May 2025 18:55 WIB
Pemilik tanah Gnyadnya minta keadilan peralihan tanahnya dipecah jadi 26 sertifikat
03 February 2025 20:22 WIB, 2025
Demplot Pupuk Kaltim di Jombang, hasil padi petani capai 9,2 ton per hektare
04 September 2024 15:31 WIB, 2024
Suara legislator, Reni Astuti sarankan ada peta banjir digital di Surabaya
27 February 2024 8:04 WIB, 2024