Gunung Dukono kembali erupsi Minggu ini
Minggu, 1 Desember 2024 10:15 WIB
Gunung Dukono di Kabupaten Halmahera Utara, pada Minggu (01/12) pagi sekitar pukul 08.27 Wit kembali erupsi dengan mengeluarkan abu setinggi 1.200 meter di atas puncak gunung, Minggu (1/12/2024). ANTARA/Abdul Fatah (Abdul Fatah)
Ternate (ANTARA) - Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Dukono di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, pada Minggu pagi sekitar pukul 08.27 Waktu Indonesia Timur kembali erupsi dengan mengeluarkan abu setinggi 1.200 meter di atas puncak gunung.
"Iya benar ada erupsi pagi tadi dengan mengeluarkan abu yang teramati kurang lebih 1.200 meter di atas puncak Gunung Dukono," kata Petugas Pos PGA Dukono, Bambang sugiono dalam keterangan tertulis yang dipantau dari Ternate.
Kolom abu yang teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah Barat Laut.
Baca juga: Mt. Dukono in North Halmahera erupts, ash plume reaches 3,000 meters
Dua mengatakan, erupsi ini berhasil terekam pada seismogram dengan amplitudo 20 mm dan durasi 276.93 detik dari Pos PGA Dukono yang berada di Desa Mamuya, Kecamatan Galela.
Saat ini Gunung Dukono masih berada pada Status Level II atau Waspada," ujarnya
Oleh karena itu, masyarakat atau pengunjung maupun wisatawan diminta untuk tidak beraktivitas dalam radius tiga kilometer dari kawah gunung.
"Mereka dilarang atau mendekati Kawah Malupang Warirang di dalam radius tiga kilometer," harapnya.
Baca juga: Waspada!! Gunung Dukono meletus hembuskan abu setinggi 1,2 kilometer
Dia menjelaskan, saat ini mengingat letusan dengan abu vulkanik secara periodik terjadi dan sebaran abu mengikuti arah dan kecepatan angin, sehingga area landasan abunya tidak tetap.
"Kepada masyarakat yang berada di sekitar Gunung Api Dukono untuk selalu menyediakan masker dan kacamata untuk digunakan pada saat melakukan aktivitas di luar rumah, guna menghindari paparan bahaya abu vulkanik," katanya menambahkan.
Baca juga: Meletus Gunung Dukono sebabkan hujan abu vulkanik
Baca juga: Bandara Gamarmalamo (Malut) masih ditutup akibat erupsi gunung Dukono
"Iya benar ada erupsi pagi tadi dengan mengeluarkan abu yang teramati kurang lebih 1.200 meter di atas puncak Gunung Dukono," kata Petugas Pos PGA Dukono, Bambang sugiono dalam keterangan tertulis yang dipantau dari Ternate.
Kolom abu yang teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah Barat Laut.
Baca juga: Mt. Dukono in North Halmahera erupts, ash plume reaches 3,000 meters
Dua mengatakan, erupsi ini berhasil terekam pada seismogram dengan amplitudo 20 mm dan durasi 276.93 detik dari Pos PGA Dukono yang berada di Desa Mamuya, Kecamatan Galela.
Saat ini Gunung Dukono masih berada pada Status Level II atau Waspada," ujarnya
Oleh karena itu, masyarakat atau pengunjung maupun wisatawan diminta untuk tidak beraktivitas dalam radius tiga kilometer dari kawah gunung.
"Mereka dilarang atau mendekati Kawah Malupang Warirang di dalam radius tiga kilometer," harapnya.
Baca juga: Waspada!! Gunung Dukono meletus hembuskan abu setinggi 1,2 kilometer
Dia menjelaskan, saat ini mengingat letusan dengan abu vulkanik secara periodik terjadi dan sebaran abu mengikuti arah dan kecepatan angin, sehingga area landasan abunya tidak tetap.
"Kepada masyarakat yang berada di sekitar Gunung Api Dukono untuk selalu menyediakan masker dan kacamata untuk digunakan pada saat melakukan aktivitas di luar rumah, guna menghindari paparan bahaya abu vulkanik," katanya menambahkan.
Baca juga: Meletus Gunung Dukono sebabkan hujan abu vulkanik
Baca juga: Bandara Gamarmalamo (Malut) masih ditutup akibat erupsi gunung Dukono
Pewarta : Abdul Fatah
Editor : Abdul Hakim
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Mt. Dukono in North Halmahera erupts, ash plume reaches 3,000 meters
25 November 2024 4:58 WIB, 2024
Terpopuler - Lingkungan
Lihat Juga
FKIJK NTB dan MIM Foundation salurkan genset bagi penyintas banjir di Aceh
02 January 2026 15:01 WIB
Gunung Semeru hari ini alami 16 kali erupsi, tinggi letusan capai 1.100 meter
03 December 2025 10:28 WIB
Sembilan orang terseret banjir bandang di Agam, Sumatera Barat masih dalam pencarian
28 November 2025 13:35 WIB
BMKG prediksikan puncak musim hujan di Sulteng September hingga April 2026
16 September 2025 15:52 WIB