Melihat lukisan "Nyai Roro Kidul" lewat lukisan Basoeki Abdullah
Jumat, 8 Februari 2019 7:58 WIB
Arsip Foto. Seorang pengunjung mencoba menyentuh gambar pada dinding gua di Taman Prasejarah Leang-Leang, di Kelurahan Leang-Leang, Kecamatan Bantimurung, Kabupaten Maros, Sulsel. Di dalam Gua Petta Kere ada gambar telapak tangan wanita dengan cat warna merah sudah berumur sekitar 5.000 tahun. ((FOTO ANTARA/Dewi Fajriani/ed/m)) ((FOTO ANTARA/Dewi Fajriani/ed/m)/)
Mataram (Antaranews NTB) - Maestro seni lukis Basoeki Abdullah dikenal sebagai salah satu seniman yang banyak menghasilkan lukisan bernilai adikarya, salah satunya berjudul "Nyai Roro Kidul".
Menurut kurator pameran seni Istana Kepresidenan di Galeri Nasional, Watie Moerany di Jakarta, Kamis, "Nyai Roro Kidul" yang menggambarkan sosok perempuan penguasa laut selatan itu merupakan lukisan Basoeki Abdullah yang paling favorit di masyarakat.
"Para pengunjung yang melihat lukisan tersebut bisa berdiri di depan lukisan selama 20-30 menit untuk mengamati," katanya ketika menjadi pembicara pada seminar bertajuk "Basoeki Abdullah dan Lukisan Mitosnya" di Museum Basoeki Abdullah.
Mantan Kepala Biro Pengelola Istana Kepresidenan Bogor itu menyatakan, dari lukisan-lukisan yang dipajang di Istana Bogor, yang terbanyak merupakan karya Basoeki Abdullah.
Dikatakannya, penggemar lukisan cucu pahlawan nasional Wahidin Soedirohoesodo itu sangat luar biasa dan hingga saat ini karya-karya Basoeki Abdullah yang ada di Istana Kepresidenan Bogor masih terawat dengan baik.
Legenda, mitologi atau cerita yang mempunyai latar belakang sejarah dan dipercaya masyarakat, banyak menjadi tema lukisan Basoeki Abdullah, seperti "Nyai Roro Kidul" yang dibuat pada 1955, "Joko Tarub (1959), "Jika Tuhan Murka" (1950), "Sembodro Larung" (1967) dan "Perkelahian Rahwana dan Jatayu".
Koleksi lukisan Basoeki Abdullah yang bertema mitologi di Istana Kepresidenan berjumlah tujuh terdiri dari lima buah di Istana Bogor, satu di Yogyakarta, dan satu lukisan di Jakarta.
Sementara itu Kepala Museum Basoeki Abdullah, Maeva Salmah mengatatakan, pelukis kelahiran Surakarta itu selama hidupnya telah menghasilkan sekitar 5000 karya lukis.
Namun, lanjutnya, dari jumlah tersebut yang ada di Museum Basoeki Abdullah hanya 112 lukisan, selebihnya tersebar baik di koleksi Istana, galeri, ataupun perorangan.
"Yang sangat disayangkan kita tidak memiliki lukisan Basoeki Abdullah yang tergolong masterpiece seperti 'Nyai Roro Kidul'," katanya.
Guru Besar Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia Agus Aris Munandar menyatakan, lukisan Basoeki Abdullah dengan tema mitos, legenda dan dongeng dapat menjadi mitos baru.
"Buktinya lukisan dengan tema tersebut diapresiasi dan dihargai secara luar biasa oleh masyarakat pengagumnya," katanya.
Menurut kurator pameran seni Istana Kepresidenan di Galeri Nasional, Watie Moerany di Jakarta, Kamis, "Nyai Roro Kidul" yang menggambarkan sosok perempuan penguasa laut selatan itu merupakan lukisan Basoeki Abdullah yang paling favorit di masyarakat.
"Para pengunjung yang melihat lukisan tersebut bisa berdiri di depan lukisan selama 20-30 menit untuk mengamati," katanya ketika menjadi pembicara pada seminar bertajuk "Basoeki Abdullah dan Lukisan Mitosnya" di Museum Basoeki Abdullah.
Mantan Kepala Biro Pengelola Istana Kepresidenan Bogor itu menyatakan, dari lukisan-lukisan yang dipajang di Istana Bogor, yang terbanyak merupakan karya Basoeki Abdullah.
Dikatakannya, penggemar lukisan cucu pahlawan nasional Wahidin Soedirohoesodo itu sangat luar biasa dan hingga saat ini karya-karya Basoeki Abdullah yang ada di Istana Kepresidenan Bogor masih terawat dengan baik.
Legenda, mitologi atau cerita yang mempunyai latar belakang sejarah dan dipercaya masyarakat, banyak menjadi tema lukisan Basoeki Abdullah, seperti "Nyai Roro Kidul" yang dibuat pada 1955, "Joko Tarub (1959), "Jika Tuhan Murka" (1950), "Sembodro Larung" (1967) dan "Perkelahian Rahwana dan Jatayu".
Koleksi lukisan Basoeki Abdullah yang bertema mitologi di Istana Kepresidenan berjumlah tujuh terdiri dari lima buah di Istana Bogor, satu di Yogyakarta, dan satu lukisan di Jakarta.
Sementara itu Kepala Museum Basoeki Abdullah, Maeva Salmah mengatatakan, pelukis kelahiran Surakarta itu selama hidupnya telah menghasilkan sekitar 5000 karya lukis.
Namun, lanjutnya, dari jumlah tersebut yang ada di Museum Basoeki Abdullah hanya 112 lukisan, selebihnya tersebar baik di koleksi Istana, galeri, ataupun perorangan.
"Yang sangat disayangkan kita tidak memiliki lukisan Basoeki Abdullah yang tergolong masterpiece seperti 'Nyai Roro Kidul'," katanya.
Guru Besar Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia Agus Aris Munandar menyatakan, lukisan Basoeki Abdullah dengan tema mitos, legenda dan dongeng dapat menjadi mitos baru.
"Buktinya lukisan dengan tema tersebut diapresiasi dan dihargai secara luar biasa oleh masyarakat pengagumnya," katanya.
Pewarta : Antara
Editor : Riza Fahriza
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kemendagri pegang kunci PAW DPRD NTB, Pengganti Asaat Abdullah segera dilantik
25 January 2026 20:45 WIB