Kemendagri pegang kunci PAW DPRD NTB, Pengganti Asaat Abdullah segera dilantik

id NTB,DPRD NTB,PAW Anggota DPRD NTB,Pemprov NTB

Kemendagri pegang kunci PAW DPRD NTB, Pengganti Asaat Abdullah segera dilantik

Arsip - Gedung DPRD Nusa Tenggara Barat. ANTARA/Nur Imansyah. (1)

Mataram (ANTARA) - Proses pergantian antar waktu (PAW) anggota DPRD Nusa Tenggara Barat, almarhum Asaat Abdullah saat ini sudah di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Kepala Biro Pemerintahan Setda NTB, Jamaluddin Malady mengakui surat PAW dari DPRD NTB melalui Gubernur NTB sudah sampai di Kemendagri, dan saat ini tengah berproses.

"Sedang berproses di Kemendagri. Kita tunggu saja prosesnya. Karena, kita tidak bisa memprediksi kapan keluar surat keputusan (SK) dari Kemendgari. Kalau sudah ada pasti kita informasikan," ujarnya di Mataram, Minggu.

Ia menegaskan surat PAW almarhum Asaat Abdullah sudah dikirim sejak Desember 2025 ke Kemendagri baik itu secara daring maupun langsung ke Jakarta.

"Jika surat keputusan dari Kemendagri sudah keluar, maka penggantinya tinggal dilantik oleh DPRD," terang Jamaluddin.

Baca juga: Aluh Rusmala dilantik jadi anggota DPRD NTB gantikan almarhum Satriawandi

Untuk diketahui, Anggota DPRD NTB, Asaat Abdullah meninggal dunia pada 11 September 2025, karena sakit yang diderita-nya. Penggantinya adalah Fakhruddin.

Asaat Abdullah merupakan Ketua DPD Partai Nasdem Kabupaten Sumbawa dan anggota DPRD NTB dari daerah pemilihan (Dapil) V Kabupaten Sumbawa dan Sumbawa Barat.

Dia telah tercatat sebagai anggota DPRD NTB selama dua periode, yakni periode 2019-2024, dan 2024-2030. Di DPRD NTB, Assat Abdullah duduk di Komisi IV yang membidangi infrastruktur dan lingkungan hidup.

Baca juga: Mantan Wakil Ketua DPRD NTB di-PAW

Baca juga: Gerindra berhentikan Mori Hanafi dari kader dan keanggotaan DPRD NTB

Baca juga: Tiga orang DPRD NTB PAW akan dilantik

Pewarta :
Editor: Abdul Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.